Populasi merosot, Pemda Poso kendalikan penangkapan ikan sidat

id sidat,poso

Bupati Poso Darmin A Sigilipu foto bersama dengan para narasumber dan sebagian peserta Konsultasi Publik perlindungan ikan sidat di Poso, Kamis (31/1) (Antaranews Sulteng/PPID Poso)

Poso (Antaranews Sulteng) - Pemeritnah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Kamis (31/1) menggelar konsultasi publik tentang rencana penetapan status perlindungan terbatas terhadap ikan sidat atau sugili. 

Konsultasi publik ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan dan National Project I-Fish (FAO) sebagai aksi nyata yang sangat penting untuk mengidentifikasi potensi sumberdaya ikan sidat di Kabupaten Poso. 

Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu pada acara tersebut mengatakan bahwa seiring dengan proses pembangunan yang terus berjalan serta penangkapan ikan sidat oleh masyarakat yang masih belum terkelola dengan baik, populasi sidat (masapi - bahasa daerah setempat) menjadi merosot drastis.

"Pemerintah daerah tidak akan membiarkan hal ini terus terjadi, olehnya sedang diambil langkah-langkah antisipatif untuk tetap menjaga kelestariannya, pemerintah daerah berupaya menerapkan tindakan bijak dengan menetapkan ikan sidat sebagai salah satu komoditas yang perlu dikembangkan," ucap Darmin.

Dalam upaya pelestarian dan pengendalian pemanfaatan ikan sidat, sudah ditetapkan Peraturan Bupati Poso tentang Pengelolaan Ikan sidat, sekaligus untuk mengembangkan budidaya ikan sidat dengan penetapan kawasan 'kampung sidat' di tiga desa dalam wilayah kecamatan Pamona Puselemba dan Kecamatan Poso Pesisir Selatan. 

Bupati Darmin juga berharap kepada pemerintah pusat kiranya membangun pusat kajian/penelitian dan pengembangan ikan sidat sebagai bentuk kepedulian terhadap spesies ikan yang semakin terancam kelestariannya ini.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Poso Yusak Theri Mentara melaporkan bahwa Kabupaten Poso memiliki wilayah perairan yang sangat mendukung untuk siklus hidup dan perkembangbiakan ikan sidat karena perairan sungai sebagai jalur ruaya sidat mulai dari glass eel hingga dewasa yang bermuara / terhubung dengan perairan Teluk Tomini sebagian besar berada di sungai-sungai yang ada di wilayah Kabupaten Poso seperti sungai yang ada di Poso Pesisir dan Pamona.

Selain itu Danau Poso yang memiliki luas 36.890 ha menjadi nursery ground (daerah pembesaran sidat) yang terhubung dengan perairan teluk Tomini melalui Sungai Poso. 

Karena sidat merupakan salah satu spesies prioritas konservasi mengingat sumberdayanya yang mengalami penurunan jumlah populasi maka Kementrian Kelautan dan Perikanan Ditjen Pengelolaan Ruang Laut akan mengembangkan dan menetapkan status perlindungan ikan sidat yang saat ini banyak terdapat di wilayah Sungai Poso.

Konsultasi publik menyepakati beberapa hal di antaranya perlu ada upaya pengumpulan data ikan sidat, pemetaan potensi, dan kapasitas pemanfaatannya yang dilakukan secara bersinergi antarstakeholder terkait, adanya perlindungan ikan sidat berupa larangan penangkapan glass eel dan fingerling selama 2 hari pada bulan gelap (dan bukan saat penangkapan musim nike) untuk spesies anguilla marmorata serta larangan penangkapan indukan di muara sungai sepanjang waktu. 
 
Suasana Konsultasi Publik perlindungan ikan sidat di Poso, Kamis (31/1) (Antaranews Sulteng/PPID Poso)
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar