ACT salurkan 700 paket daging kurban untuk pengungsi Palu dan Sigi

id Palu,Idul Adha,AC5,ACT,ACT Sulteng

ACT salurkan 700 paket daging kurban untuk pengungsi Palu dan Sigi

Sejumlah warga dan pengungsi di kawasan ICS ACT di Kelurahan Duyu mengolah daging kurban bantuan ACT bersama sejumlah mitranya, Minggu (11/8). (Humas ACT).

Palu (ANTARA) - Lembaga kemanusiaan global Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Tengah menyalurkan bantuan paket daging kurban kepada 700 keluarga yang menjadi pengungsi korban bencana alam di Kota Palu dan Kabupaten Sigi, Minggu (11/8).

Sebanyak 700 keluarga tersebut tinggal di Integrated Community Shelter (ICS) atau hunian sementara yang dibangun ACT atas bantuan berbagai pihak.

“Selain untuk pengungsi, daging kurban tersebut juga kami berikan kepada warga yang tinggal di sekitaran ICS yang juga adalah korban bencana alam,” kata Kepala Cabang ACT Sulawesi Tengah Nurmarjani Loulembah.

Di Palu, kata dia, pemotongan hewan kurban dilakukan di kawasan ICS ACT di Kelurahan Duyu bersama sejumlah mitra pemberi bantuan. Sebanyak 10 ekor sapi disembelih di lokasi itu.

"Pemotongan hewan kurban dimulai usai Shalat Idul Adha. Sejumlah warga setempat yang menjadi panitia kurban tampak mulai sibuk memotong daging sapi setelah sapi tersebut disembelih," ujarnya.

Di Kabupaten Sigi, lanjutnya, paket daging kurban disalurkan kepada 160 keluarga di ICS ACT di Desa Sidera.

Salah seorang warga yang tinggal di ICS Duyu, Wardah (40),  tak kuasa menahan tangis saat hendak menerima daging kurban itu.

Ia mengaku selama ini ACT sudah begitu banyak memberikan bantuan kepadanya, termasuk warga lainya pascabencana 28 September 2018 hingga saat ini.

“Terima kasih ACT sudah banyak membantu kami dan hari ini kami dikasih lagi daging kurban," katanya sembari menyeka air mata di pipinya.

Ia menuturkan rumahnya di Jalan Sungai Manonda Kelurahan Duyu rata dengan tanah akibat dihantam gempa bumi dan likuefaksi. Beruntung, ia bersama anak dan ibunya selamat dari bencana tersebut.

Pendistribusian bantuan paket daging kurban akan dilakukan hingga dua hari ke depan.
 
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar