Longsor Tambang Freeport Perlu Diinvestigasi

id freeport, tambang, longsor

Longsor Tambang Freeport Perlu Diinvestigasi

Ilustrasi - lokasi penambangan tembaga PT. Freeport Indonesia di Timika, Papua. (Istimewa)

"Saat ini kami masih belum dapat mengkonfirmasi jumlah mereka yang cedera, terperangkap ataupun korban jiwa, jika ada," kata Daisy.

Timika (antarasulteng.com) - Anggota DPRD Mimika, Papua, Wilhelmus Pigai mendesak berbagai kalangan untuk melakukan investigasi secara independen atas insiden longsor yang terjadi di tambang bawah tanah (underground) PT Freeport Indonesia pada Selasa pagi.

Dia mengatakan investigasi itu untuk mengetahui apa penyebab utama terjadinya kecelakaan kerja karena Freeport sebagai perusahaan tambang besar dan terkemuka sangat mengedepankan faktor keselamatan kerja.

Wilhelmus mengatakan aktivitas pertambangan, apalagi tambang bawah tanah sangat berisiko terhadap keselamatan para pekerja sehingga diharapkan semua elemen terkait harus mengedepankan faktor keamanan.

"Kalau selama ini Freeport memperhatikan upaya-upaya keselamatan kerja, menjadi pertanyaan mengapa terjadi insiden seperti ini. Makanya perlu dilakukan investigasi independen dan hasilnya perlu disampaikan secara terbuka kepada publik," ujar Wilhelmus.

Ketua Forum Pemerhati Pembangunan Papua Tengah (FPPPT) itu berharap semua pihak mengambil hikmah dari kejadian ini dan tidak saling mempersalahkan agar iklim kerja di lingkungan perusahaan tetap terjaga dengan baik.

Reruntuhan material terowongan tersebut menimpa sejumlah pekerja. Tim Emergency Response Group (ERG) dan tim keselamatan PT Freeport hingga saat ini masih sedang melakukan operasi pencarian dan penyelamatan para pekerja.

Selasa sekitar pukul 08.00 WIT, puluhan pekerja Freeport dilaporkan tertimbun material longsor saat sedang melakukan latihan keselamatan (training safety) di areal tambang bawah tanah Big Gossan, Tembagapura.

Vise President PT Freeport bidang Coorporate Comunication (Corcom), Daisy Primayanti mengatakan tim Emergency Response Group (ERG) dan tim keselamatan PT Freeport hingga saat ini masih sedang melakukan operasi pencarian dan penyelamatan para pekerja.

"Saat ini kami masih belum dapat mengkonfirmasi jumlah mereka yang cedera, terperangkap ataupun korban jiwa, jika ada," kata Daisy.***

Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.