Atlet Sulteng targetkan medali emas di PON XX Papua

id KONI,binaraga

Atlet Sulteng targetkan medali emas di PON XX Papua

Logo dan Maskot PON 2020 di Papua. ANTARA/IST/am.

PON kali ini saya harus bisa merebut medali emas
Palu (ANTARA) - Jefry Wuaten, salah satu atlet andalan Sulawesi Tengah dari cabang olahraga binaraga menargetkan merebut medali emas di Pekan Olahraga Nasional XX yang dijadwalkan berlangsung di Papua pada 2020.

"PON kali ini saya harus bisa merebut medali emas," katanya di Palu, Kamis.
Atlet binaan Wijaya Chandra itu mengatakan semua atlet yang lolos ke PON XX masih dibawanya. "Tapi mereka perlu diwaspadai," kata dia.

Guna mewujudkan impiannya merebut medali emas di iven empat tahun sekali tersebut, ia terus berlatih dengan intensif.

Karena dengan latihan yang teratur,niscaya prestasi cemerlang mampu dicapai.
Dalam beberapa kali pelaksanaan PON, Jefry selalu mempersembahkan medali bagi Sulteng.

Atlet berdarah Manado (Sulut) itu sudah mengumpulkan sekitar 25 keping medali dari berbagai kejuaraan mulai tingkat nasional sampai tingkat internasional.

Sementara Ketua Umum KONI Sulteng,
A Ponulele sebelumnya mengatakan ada tujuh cabang olahraga unggulan yang diharapkan mampu mempersembahkan medali di PON Papua.

Salah satu dari tujuh cabang dimaksud adalah binaraga. "Saya berharap atlet binaraga,Jeefry Wuaten yang sudah banyak pengalaman berlaga di berbagai iven nasional dan internasional mampu merebut medali emas di PON guna meningkatkan peringkat Sulteng ke posisi lebih baik dari PON sebelumnya," kata Anwar.

Selain cabang binaraga, cabang lainnya yang termasuk unggulan adalah karate, pencak silat, sepak takraw putri, dayung, judo dan tinju.

Tetapi cabang lainnya tetap berpeluang mengukir prestasi di PON XX.

Anwar juga mengatakan hingga kini Sulteng sudah meloloskan 17 cabang menuju PON Papua. Masih ada beberapa cabang yang sedang melaksanakan prakualifikasi yang berlangsung sampai Maret 2020.
"KIta masih berharap ketambahan cabang yang lolos," harap Anwar.
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar