Wabup minta warga Morut ikut awasi penggunaan randis

id Sandi,Palu,Sulteng,Morut

Wabup minta warga Morut  ikut awasi penggunaan randis

Wakil Bupati Morowali Utara (Morut) H. Djira K menempelkan stiker Pemerintah Kabupaten Morut pada salah satu kendaraan dinas (randis) roda empat milik Pemkab Morut di Halaman Kantor BPKAD Morut di Kolonodale, Kamis (3/6). ANTARA/HO-Diskominfo Morut

Morowali Utara (ANTARA) - Wakil Bupati Morowali Utara (Morut) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) H. Djira K meminta warga untuk ikut mengawasi penggunaan kendaraan dinas (randis) milik pemerintah kabupaten setempat.



"Kami tidak ingin randis tersebut dimanfaatkan oleh para pejabat instansi di lingkungan Pemkab Morut tidak sesuai dengan perutukannya," Wakil Bupati Morowali Utara H. Djira K  di sela-sela penempelan stiker tanda randis milik Pemkab Morut di halaman Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Morut, di Kolonodale, Kamis.



Ia menegaskan bahwa pengawasan itu bertujuan agar masyarakat dapat berpartisipasi mengontrol penggunaan aset negara, khususnya kendaraan dinas yang digunakan oleh pejabat daerah," katanya.



Menurut dia, sejatinya randis tersebut merupakan kendaraan milik rakyat karena dibeli menggunakan uang rakyat, sehingga penggunaannya pun harus tepat sasaran untuk kepentingan rakyat pula.



Oleh karena itu, kata dia, seluruh kendaraan dinas roda empat nantinya ditempel dengan tiga stiker yaitu di bagian kanan, kiri dan belakang kendaraan agar memudahkan masyarakat melihat dari segala sisi. Sedangkan untuk kendaraan roda dua akan ditempel satu stiker di bagian depan kendaraan.



Pemkab Morut mencatat total kendaraan dinas milik Pemkab Morut sebanyak 1.084 unit, terdiri atas 264 unit kendaraan roda empat dan 820 unit kendaraan roda dua, namun sebagian aset tersebut masih dikuasai oleh orang-orang yang tidak berhak.



Kasus yang paling menonjol, dari hasil penelusuran berbagai pihak, banyak kendaraan yang telah dikuasai oleh orang-orang yang telah pensiun atau berpindah tugas, kendaraan rusak dan berbagai alasan lainnya.

Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar