Gerindra Sulteng buka pendaftaran untuk Bacaleg pemilu 2024

id Politik

Gerindra Sulteng buka pendaftaran untuk Bacaleg pemilu 2024

Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Tengah Longki Djanggola (tengah) sedang memberikan keterangan di Kantor DPD Gerindra Sulteng di Kota Palu, Kamis (15/9/2022). ANTARA/Muhammad Izfaldi

Kota Palu (ANTARA) -

Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerakan Indonesia Raya Sulawesi Tengah (DPD Gerindra Sulteng) mulai membuka pendaftaran bagi masyarakat untuk menjadi bakal calon legislatif (Bacaleg) dalam pemilihan umum 2024.
"Pembukaan pendaftaran ini terbuka untuk siapa saja sekaligus merupakan bagian dari kesiapan kami dalam menghadapi pemilu 2024," kata Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng Longki Djanggola di Palu, Kamis.
Dia mengatakan Gerindra sebagai partai yang menjunjung tinggi nilai nasionalis memberikan kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk ikut bersama dalam membangun bangsa dan negara serta daerah dengan kerja-kerja politik.
Sebab, lanjut Longki, ruang kerja politik telah terbukti memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan bangsa, negara dan daerah di Indonesia.
Oleh karena itu, Gubernur Sulteng periode 2011-2021 itu mengajak masyarakat untuk ikut memberikan peran politik dengan mendaftarkan diri ke partai Gerindra, yang dibuka hingga 31 Desember 2022.
Selanjutnya, Longki menyampaikan untuk bacaleg DPRD Kabupaten/Kota, harus mendapatkan dukungan dengan bukti 500 Kartu Tanda Penduduk (KTP) beserta data diri warga.
Sedangkan untuk bacaleg DPRD provinsi, dibuktikan dengan dukungan 1000 KTP dan DPR RI sebanyak 2000 KTP.
Kemudian bagi warga yang pernah menjadi calon anggota legislatif sebelumnya, harus pernah mendapatkan dukungan suara sebanyak 20 persen dari bilangan pembagi.
"Misalnya seseorang pernah menjadi caleg di Palu Selatan dia harus pernah mendapatkan minimal 800 suara sesuai keputusan KPU, karena harga kursi di Palu Selatan sebanyak 4000 suara," jelas Longki.
Dia menambahkan syarat-syarat itu menjadi penting karena Partai Gerindra hendak menilai kapasitas caleg tersebut dari berbagai indikator.
"Sedangkan kuota perempuan yang harus 30 persen pasti akan kami penuhi dan harus terpenuhi," demikian Longki.

Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.