Penanganan bencana oleh Prabowo dinilai terstruktur dan sistematis

id PRESIDEN PRABOWO,PENANGANAN BENCANA,TIMOTHY IVAN TRIYONO,STAF KHUSUS KEPALA STAF KEPRESIDENAN,BENCANA SUMATERA

Penanganan bencana oleh Prabowo dinilai terstruktur dan sistematis

Arsip. Presiden RI Prabowo Subianto (tengah) didampingi Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani (kiri kedua), Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria (kiri pertama), Gubernur Aceh Muzakir Manaf (kiri ketiga) saat berbincang dengan Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo (kanan kedua) pada kunjungannya ke lokasi pembangunan rumah hunian sementara di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026). (ANTARA/HO-BSI.)

Jakarta (ANTARA) - Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan Timothy Ivan Triyono menegaskan bahwa penanganan bencana di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dilakukan dengan pendekatan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

Ivan dalam keterangan di Jakarta, Sabtu menjelaskan pendekatan TSM tersebut merupakan arahan langsung Presiden yang telah ditegaskan berulang kali baik dalam Sidang Kabinet Paripurna, rapat terbatas maupun saat mengunjungi lokasi terdampak bencana.

Presiden menekankan agar tidak ada praktik "wisata bencana" oleh pejabat. Setiap kunjungan ke lokasi bencana harus disertai kerja nyata dan bantuan langsung bagi masyarakat terdampak.

Arahan tersebut tercermin dalam kunjungan Presiden ke sejumlah wilayah terdampak seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Presiden selalu mengajak menteri dan pejabat yang relevan dengan penanganan bencana, di antaranya Menteri PU, Panglima TNI, Kepala Staf TNI, Menteri ESDM hingga Dirut PLN untuk memastikan percepatan kerja di lapangan.

Ivan mencontohkan pembangunan jembatan darurat yang berhasil diselesaikan aparat TNI dalam waktu kurang dari satu minggu, jauh lebih cepat dari perkiraan awal.

Presiden juga menunjuk Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Ketua Satgas Percepatan Pemulihan Jembatan agar penanganan lebih terkoordinasi dan cepat.

Selain pendekatan struktural, Ivan menekankan sisi kepemimpinan lapangan dan empati Presiden Prabowo. Latar belakang Presiden sebagai prajurit tempur membentuk gaya kepemimpinan yang terbiasa turun langsung ke lapangan, mengecek pelaksanaan perintah, dan memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Kehadiran Presiden di lokasi bencana juga menjadi bentuk trauma healing, terutama bagi ibu-ibu dan anak-anak. Presiden ingin memastikan rakyat benar-benar merasakan perhatian negara," ujarnya.

Dalam penanganan bencana, Presiden memprioritaskan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, percepatan perbaikan fasilitas publik, bantuan stimulan bagi warga terdampak, pemenuhan kebutuhan dasar, perbaikan infrastruktur air bersih hingga restrukturisasi kredit bagi masyarakat terdampak bencana.

Ivan menekankan seluruh langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana ala Presiden Prabowo dilakukan secara terencana, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

"TSM bukan sekadar istilah. Ini adalah cara kerja agar pemulihan berjalan cepat dan benar-benar dirasakan masyarakat," ucapnya.


Pewarta :
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.