Suku Dondo Gelar Upacara Adat Pascapanen

id Tolitoli

Masyarakat Dondo, Tolitoli, membawa sebagian hasil panen pada upacara adat. (Antarasulteng.com/Amat Banjir)

Upacara adat ini terhenti penyelenggaraannya selama 11 tahun
Tolitoli (antarasulteng.com) - Warga Desa Betengon, Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli menggelar upacara adat berupa syukuran atas keberhasilan usaha pertanian mereka yang berlangsung di salah satu area pesawahan di wilayah itu, Kamis (2/6).

Menurut salah seorang Tokoh Adat Suku Dondo, Kunding, kegiatan tersebut merupakan aktifitas turun temurun sejak zaman dahulu yang dilakukan masyarakat wilayah itu setiap kali berakhirnya musim panen.

"Upacara adat ini sebagai wujud kegembiraan masyarakat atas rezeki yang dilimpahkan Tuhan Yang Maha Esa kepada masyarakat desa melalui keberhasilan usaha dibidang pertanian," ungkap Kunding kepada sejumlah wartawan di lokasi upacara.

Namun demikian pelaksanaan upacara adat tersebut sempat tidak terlaksana selama 11 tahun lamanya, namun dengan semangat kebersamaan masyarakat dan tokoh pemangku adat setempat akhirnya upacara adat kembali terlaksana di tahun 2016 ini.

Dalam upacara adat tersebut setiap warga yang telah melakukan panen menyerahkan sebagian kecil hasil panennya untuk dibuat menjadi makanan tradisional siap konsumsi, namun besaran bahan makanan yang diserahkan tersebut tidak ditentukan.

"Jumlah bahan makanan yang diserahkan warga kepada pemangku adat untuk dijadikan makanan tradisional tidak ditentukan, tergantung keikhlasan dan kemampuan," kata Olang, tokoh adat lainnya di lokasi yang sama.

Selain tokoh adat dan ratusan warga, kegiatan itu juga dihadiri pejabat Koramil, aparat Kecamatan Dondo, dan Desa Batengon.

Kepala Desa Batengon Naharudin, mengaku sangat mengapresiasi kegiatan adat yang menurutnya mencerminkan besarnya rasa kesyukuran dan kecintaan masyarakat terhadap Sang Pencipta yang diapresiasikan melalui upacara adat.

"Pemerintah desa sangat mendukung kegiatan ini, semoga kedepannya dapat terus dilaksanakan dan mendapat dukungan dari pemerintah Kabupaten Tolitoli," tutur Naharudin.
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar