Gong Tidak Ada, Cudy Pukul Drum Buka FTP

id Festival Teluk Palu

Gong Tidak Ada, Cudy Pukul Drum Buka FTP

Pantai Tanjung Karang, salah satu pesona wisata di mulut Teluk Palu (Istimewa)

Festival Teluk Palu sendiri berlangsung 27-29 September 2012."
Palu - Festival Teluk Palu 2012 resmi dibuka oleh Wali Kota Palu Rusdy Mastura di Anjungan Teluk Palu, Kamis sore.

Pembukaan festival itu dilakukan oleh Rusdy Mastura dengan cara memukul drum di atas panggung dan diakhiri dengan memukul simbal.

Ratusan penonton yang memadati Anjungan Teluk Palu segera memberikan tepuk tangan meriah usai alat musik itu digebuk oleh Wali Kota Palu.

Sebenarnya acara pembukaan itu ditandai dengan pemukulan gong, namun alat musik pukul tersebut tidak ada di atas panggung sehingga Rusdy Mastura mengambil inisiatif dengan menggebuk drum.

Setelah pembukaan tersebut, sejumlah pawai budaya yang diwakili oleh sejumlah tokoh adat memasuki bagian tengah anjungan Teluk Palu yang memang sengaja dikosongkan.

Selain itu terdapat sejumlah kelompok pemain alat musik tiup bambu yang dipimpin oleh empat orang wanita berpakaian unik.

Keunikan pakaian tersebut berupa sanggul yang tingginya mencapai satu meter, pakaian yang dililit daun dan melingkari tubuh, serta aksesoris beraneka ragam.

Sebelumnya juga terdapat seratusan pawai dokar hias yang dinaiki perwakilan dari satuan kerja perangkat daerah dan sekolah yang berpartisipasi dalam Festival Teluk Palu 2012.

Festival Teluk Palu sendiri berlangsung 27-29 September 2012.

Kegiatan yang meramaikan acara itu adalah pawai budaya nusantara, pameran UMKM, ekonomi perdagangan dan industri kreatif, serta pemilihan putra-putri Teluk Palu.

Kemudian lomba rebana di atas dokar hias, kompetisi perahu tradisional, festival musik, penampilan seni kontemporer, serta pameran foto wisata, bedah pariwisata, voli pantai, festival film Palu, dan sepeda santai mengitari Teluk Palu.

Rusdy Mastura berharap Festival Teluk Palu bisa meningkatkan jumlah wisatawan di Ibu Kota Sulawesi Tengah ini.

Kegiatan itu diharapkan juga bisa melestarikan tradisi lokal masyarakat yang berada di sekitar Teluk Palu. (R026)

Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar