Presiden dan keluarga bersiap menuju lokasi kirab

id kahiyang

Presiden dan keluarga bersiap menuju lokasi kirab

Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu (kedua kiri) bersama suaminya Bobby Afif Nasution (kiri) menari tor-tor Somba (pengantin) di depan kedua orangtua mereka ketika resepsi pernikahan Kahiyang-Bobby.

Medan (antarasulteng.com) - Presiden Joko Widodo dan keluarga bersiap menuju lokasi kirab budaya resepsi pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Afif Nasution.

Presiden mengenakan jas hitam tanpa kancing dengan bagian dalam kain tradisional ulos yang menjuntai hingga bagian luar jas.

Sedangan Ibu Negara Iriana Jokowi mengenakan kebaya hijau muda dengan kerudung warna senada sedangkan kainnya sama dengan ulos yang menjadi baju bagian dalam jas Jokowi.

Keluarga yang lain yaitu putra pertama Gibran Rakabuming Raka dan sang cucu Jan Ethes Srinarendra juga mengenakan baju yang sama namun dengan corak baju dalam berbeda yaitu warna oranye. Istri Gibran, Selvi Ananda mengenakan kemeja hijau muda dan kain warna senada dengan Gibran dan Ethes.

Sedangkan Kaesang Pangarep mengenakam jas dengan dasi.

Rombongan menuju lokasi kirab yaitu dari gedung MICC di Jalan Ringroad, Medan menuju lokasi pesta tepatnya di kediaman Bobby, Komplek Bukit Hijau Regency, Taman Setia Budi Indah dengan jarak sekitar 2,6 kilometer.

Di bagian muka kirab rencananya akan ada lima motor pembuka jalan yang dikendarai polisi militer.

Menyusul di belakangnya dua pengawal berjalan kaki, tepat di depan kereta kencana sang pengantin Kahiyang Ayu-Bobby Nasution. Di belakang kereta Kahiyang-Bobby ada kereta Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Jokowi dan Kaesang Pangarep. Menyusul di belakangnya adalah kereta yang membawa ibunda Bobby, Ade Hanifah Siregar dan paman Bobby, Dolli S Siregar.

Di kereta keempat ada Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda serta Jan Ethes Srinarendra. Kereta selanjutnya berisi orangtua Jokowi, Eyang Noto serta Bapak dan Ibu Miryono.

Kereta keenam menjadi tumpangan Bapak dan Ibu Setiawan dan Bapak serta Ibu Widodo Prasetyo, terakhir ada kereta yang mengangkut Bapak dan Ibu Didit dan Bapak dan Ibu Dendy.

Sehingga total ada tujuh kereta kuda besar dan sejumlag kereta kuda kecil dari Berastagi, kabupaten Karo yang ikut dalam kirab tersebut dengan masing-masing sais mengenakan ulos.

Selain kereta kuda, 50 becak bermotor juga dilibatkan dalam kirab budaya ini. Kendaraan itu juga akan dihias dan terlibat dalam arak-arakan.

Kirab budaya akan menampilkan kebudayaan yang ada di Sumatera Utara. Panjang barisan kirab sekitar 800 meter. (skd)
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar