Harga ikan di Palu naik akibat cuaca

id ikan

TANGKAPAN IKAN MENURUN Nelayan menyortir ikan cakalang hasil tangkapannya di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Kamis (26/10). Hasil tangkapan ikan para nelayan di wilayah itu menurun dari biasanya sejak dua bulan terakhir akibat pengaruh musim angin Timur. ANTARASU

Palu,  (Antaranews Sulteng) - Naiknya harga ikan di pasaran Kota Palu sejak awal 2018 akibat pengaruh kondisi cuaca buruk di perairan Sulawesi Tengah.

"Ikan yang dijual di Kota Palu berasal dari Kabupaten Donggala, Teluk Palu, Parigi Moutong, bahkan Morowali," kata Udin, seorang penjual ikan di kawasan Pasar Inpres Manonda Palu, Senin.

Ia mengatakan selama dua pekan terakhir ini, pasokan ikan dari tempat-tempat pelelangan ikan (TPI) sejumlah kabupaten di Sulteng ke Kota Palu bnerkurang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Ibu Kota Provinsi Sulteng.

Selain karena pengaruh ombak cukup besar, juga belum semua nelayan turun melaut menangkap ikan.

"Inilah yang mengakibatkan harga ikan di pasaran masih mahal," kata Udin.

Hal senada juga diungkapkan Djafar, pedagang ikan di Kawasan Pasar Masomba Palu. Ia juga membenarkan harga ikan laut saat ini cukup mahal.

Itu karena pasokan ikan dari TPI yang selama ini mensuplai kebutuhan masyarakat di Kota Palu masih kurang. "Pasokan ikan masih belum normal," kata dia.

Wajar, jika harga ikan di pasar cukup mahal. Nanti kalau pasokan sudah kembali normal, harga ikan dipastikan turun lagi.

Sekarang ini, harga ikan kualitas seperti ikan batu mencapai Rp100 ribu/kg. dalam kondisi normal paling tinggi Rp50.000 hingga Rp60.000/kg.

Ikan jenis lainnya seperti cakalang dan lajang yang sebelumnya hanya Rp10.000/ekor kini naik menjadi Rp30.000/kg.

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Pemkot Palu, Tamin Tombolotutu membenarkan harga ikan di pasar tradisional di Kota Palu saat ini cukup mahal.

Sebaliknya, harga telur yang sebelum menjelang Natal dan Tahun Baru mengalami kenaikan cukup signifikan, kini sudah kembali turun dari Rp2.000/butir, menjadi Rp1.200/butir.  
Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar