BPJN XIV optimistis bisa normalisasi jalan nasional di Morowali dalam lima hari

id BPJN XIV,Banjir bandang morowali,trans sulawesi,Morowali,IMIP

Kasatker III PJN XIV Wilayah Sulteng Beny Birmansyah (kiri) berbincang dengan Bupati Morowali Drs H Taslim di Desa Dampala, Senin (10/6), saat keduanya bertemu di lokasi Jembatan Dampala yang musnah terbasa banjir bandang sehingga membuat Kecamatan Bahodopi, Morowali, terisolir. (Antaranews Sulteng/Rolex Malaha)

"Kami dan Pemda Morowali sedang bekerja keras dan bekerja sama untuk segera memulihkan akses jalan trans Sulawesi di Morowali ini," ujar Beny lagi.
Morowali (ANTARA) - Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XIV Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR berupaya keras agar akses jalan trans Sulawesi Sulteng-Sultra di Kabupaten Morowali, Sulteng, yang kini terputus total, bisa terbuka kembali pada lima hari ke depan.

"Kita sedang berupaya melaksanakan penanganan secara simultan pada empat jembatan yang kini terputus agar arus lalu lintas bisa segera kembali bergerak," kata Beny Birmansyah, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) III PJN XIV Wilayah Sulawesi di Desa Dampala, Kabupaten Morowali, Sulteng, Senin.

Beny yang memimpin Tim BPJN XIV mengunjungi Kabupaten Morowali untuk melihat dari dekat kondisi jalan dan jembatan di ruas jalan Nasional pascabanji bandang yang meladna kawasanini sejak sepekan terakhir.

Ruas jalan nasional di Morowali ini sangat strategis karena merupakan urat nadi menuju Bahodopi yang kini menjadi pusat industri pertambangan nikel terbesar di Indonesia yang mempekerjakan sekitar 35.000 tenaga kerja dalam dan luar negeri.

Akibat banjir bandang itu, empat jembatan permanen di Morowali rusak berat yakni jembatan Bahoyuno Wosu di Kecamatan Bungku Barat, Jembatan Dampala, Jembatan Lalampu dan Jembatan Bahodopi.

Sebagai dampaknya, akses darat ke Bahodopi menjadi terputus total sehingga stok bahan-bahan pokok di kota kecil itu menjadi langka dan harganya melambung tiggi.

Kondisi ini diperparah lagi dengan putusnya jalan nasional Kendari (Sultra) ke Bahodopi akibat banjir bandang di Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Menurut Beny, sesuai prosedur tetap, bila ada bencana yang mengakibatkan akses jalan nasional terputus, maka dalam tempo tujuh hari sejak peristiwa itu, akses sudah harus bisa terbuka kembali.

"Nah, kondisi putus jalan ini sudah berjalan dua hari sejak Sabtu (8/6). Jadi kita perlu waktu lima hari lagi untuk menormalisasi aruslalu lintas," ujarnya yang didampingi Pejabak Pembuat Komitmen (PPK) 37 PJN XIV Nurhasnah dan PPK 35 Ivan Asmara serta sejumlah pejabat Kemenerian PUPR lainnya.

Alhamdulillah, kata PPK 35 Ivan Asmara, arus lalu lintas di Jembatan Bahoyuno Wosu sudah terbuka sehingga ibu kota Kabupaten Morowali di Bungku tidak ikut-ikutan terisolir seperti Bahodopi.

Saat ini, kata Nurhasnah, PPK 37, BPJN XIV sedang fokus menormalisasi Jembatan Dampala dengan mendatangkan jembatan rangka besi (bally) untuk dipasang sementara di atas Sungai Dampala menggantikan jembatan beton yang sudah musnah dibawa banjir.

"Kami sudah menemukan titik yang paling baik untuk memasang jembatan bally, tidak jauh di atas lokasi jembatan lama yang sudah hanyut. Lokasi ini memiliki bentangan yang lebih pendek dan sudah tersedia jalan usaha tani yang bisa digunakan sementara untuk mengakses ke jalan utama Trans Sulawesi," ujarnya.

Sedangkan untuk Jembatan Lalampu dan Jembatan Bahodopi, baik Beny maupun Nurhasnah belum bisa memberikan penjelasan rinci mengenai cara penanganannya karena mereka sendiri belum melihat kondisinya secara langsung sebab akses jalan ke jembatan itu masih tertutup.

"Kami dan Pemda Morowali sedang bekerja keras dan bekerja sama untuk segera memulihkan akses jalan trans Sulawesi di Morowali ini," ujar Beny lagi.

Selain empat jembatan yang ambruk dibawa banjir, sejumlah titik di antara Kota Bungku dan Bahodopi terjadi longsoran-longsoran kecil namun cukup mengganggu arus lalulintas serta badan jalan yang amblas beberapa centimeter.

Baca juga: Empat jembatan di Morowali ambruk dihantam banjir
Baca juga: Bupati Morowali: Penyebab banjir adalah curah hujan tinggi, bukan dampak tambang
Kondisi jembatan Wosu setelah diperbaiki (Antaranews Sulteng/Doc. BPJN XIV)
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar