BPBD: Parigi Moutong rawan banjir jika cuaca buruk

id Rawan banjir, tanah longsor, Parigi Moutong, BPBD Parigi, Nyoman Adi

BPBD:  Parigi Moutong rawan banjir jika cuaca buruk

Dokumentasi - Debit air sungai Dolago mulai surut karena cuaca mulai panas dan sungai ini merupakan salah satu yang meluap hingga menghanyutkan sedikitnya sekitar 14 rumah warga di Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis (16/7/2020). ANTARA/Moh Ridwan

Parigi (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mengatakan kabupaten itu berpotensi rawan banjir pada musim penghujan atau sedang jika terjadi cuaca buruk.

"Berdasarkan dokumen Rencana Tindak Darurat (RTD) bahwa memang daerah ini rawan banjir di waktu-waktu tertentu karena memiliki banyak aliran sungai," kata Sekretaris BPBD Parigi Moutong Nyoman Adi, di Parigi, Ahad.

Dia menjelaskan kondisi cuaca saat ini yang tidak menentu dapat memicu terjadinya banjir dan tanah longsor, khususnya pada wilayah-wilayah pegunungan, lereng dan bantaran sungai.

Apa lagi belakangan ini cuaca sulit diprediksi, oleh karena itu warga yang bermukim di bantaran sungai agar tetap waspada, seperti yang terjadi baru-baru ini, banjir merendam sejumlah pemukiman penduduk di wilayah Kecamatan Tomini.



"Sekarang sungai-sungai yang sebelumnya diprediksi tidak mengancam, justru meluap hingga merendam pemukiman warga, merusak sejumlah sarana dan prasarana, seperti yang terjadi di Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi beberapa waktu lalu," ungkap Nyoman.

BPBD sebagai instansi teknis dalam penanggulangan masa tanggap darurat bencana, justru saat ini tidak didukung dengan ketersediaan anggaran memadai, karena pemerintah sedang dihadapkan pada wabah COVID-19 yang kian merebak.

"Di masa pandemi anggaran di BPBD sebagian dialihkan untuk penanganan virus corona, sehingga penanggulangan bencana alam tidak maksimal," kata Nyoman menambahkan.

Meski begitu, pemerintah melalui BPBD setempat telah menyiagakan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dan mengkoordinasikan dengan unsur terkait lainnya jika sewaktu-waktu terjadi banjir dan tanah longsor dalam rangka meminimalisir korban jiwa.

Dia mengimbau, bagi warga yang berada di wilayah dengan tingkat kerawanan banjir yang cukup tinggi agar tetap waspada dan berhati-hati.

"Apabila hujan lebat mengguyur hingga berjam-jam, kami menyarankan tetap bersiaga dan mencari tempat aman khususnya di luar bantaran sungai," ucapnya.

Menurut prakiraan cuaca Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG), Sulteng sedang mengalami fenomena anomali atau kemarau basah yang seharusnya di bulan September adalah musim kemarau.*
 
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar