Warga Palu punya penyakit bawaan disilahkan ikut vaksinasi COVID-19

id COVID-19 Palu,Penyakit Bawaan,Vaksin COVID-19 Palu

Warga Palu punya penyakit bawaan disilahkan ikut vaksinasi COVID-19

Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada pelajar di Markas Kodim 1306 Donggala di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (14/7/2021). Serbuan Vaksinasi COVID-19 tersebut menyasar 1.000 warga dengan prioritas untuk usia 12 hingga 18 tahun dan disambut antusias oleh masyarakat dan diharapkan dapat mendukung percepatan vaksinasi nasional. ANTARA/Mohamad Hamzah

Palu (ANTARA) - Wakil Wali Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dr. Reny Lamadjido meminta warga yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan agar tetap mendaftarkan diri mengikuti vaksinasi COVID-19.

Reny menyatakan tidak semua warga yang memiliki komorbid tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID-19.

"Silahkan daftarkan diri. Nanti petugas kesehatan akan memeriksa secara teliti penyakit komorbid yang dimiliki warga sebelum divaksinasi," katanya dalam Forum Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia yang diadakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulteng secara virtual di Kota Palu, Rabu.

Baca juga: Realisasi vaksin COVID-19 di Sulteng baru 13 persen

Jika setelah diperiksa, lanjutnya, komorbid yang dimiliki tidak memenuhi syarat, maka warga tidak diperkenankan mengikuti vaksinasi. Sebaliknya jika komorbid yang dimiliki masih memenuhi syarat, maka petugas akan melakukan vaksinasi.

"Misal warga yang ingin divaksinasi memiliki  hipertensi atau tekanan darah tinggi maka akan diperiksa dulu. Jika tekannya di atas 120/80 maka tidak diizinkan divaksinasi. Sebaiknya jika di bawah 120/80 maka dia boleh divaksinasi," ujarnya.

Baca juga: Dinkes: 310.679 orang di Sulteng sudah divaksinasi COVID-19

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng sampai saat ini 98.473 orang di Kota Palu telah mengikuti vaksiansi dosis pertama dari sasaran vaksinasi sebanyak 265.462 orang.

Dari 98.473 orang itu, 53.266 orang telah mengikuti vaksinasi dosis kedua. Saat ini Kota Palu tidak memiliki stok vaksin COVID-19.

Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar