Pahlawan di tengah COVID-19 wujudkan kesembuhan Nasional di atas 90 persen

id Prokes, pandemi, COVID-19, dr Raisa, jubir COVID-19, pemerintah pusat

Pahlawan di tengah COVID-19 wujudkan kesembuhan Nasional di atas 90 persen

Tangkap layar Pukul 18.00 WITA, Juru bicara Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta adaptasi kebiasaan baru, dr Raisa Broto Asmoro saat menyampaikan terangan pers pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), di Jakarta (10/11/2021). ANTARA/HO/KPCPEN

Palu (ANTARA) -
Pemerintah menyebutkan pahlawan di tengah wabah pandemi, baik tenaga medis, relawan dan pihak lainnya telah mampu mewujudkan tingkat kesembuhan penularan COVID-19 Nasional di atas angka 90 persen.
 
Juru bicara pemerintah untuk COVID-19 dr Reisa Broto Asmoro dalam siaran persnya di Jakarta Rabu mengemukakan, memasuki bulan ke-21 menghadapi wabah COVID-19, inspirasi kepahlawanan dapat ditemukan di berbagai aspek kehidupan, baik pada masa genting dan darurat yang lalu atau pada kondisi mulai membaik seperti sekarang.
 
"Pahlawan pandemi, dapat ditemukan pada sosok tenaga kesehatan yang merawat kasus terkonfirmasi sampai lebih dari 90 persennya sembuh," ungkap Reisa.
 
Hingga Selasa (9/11), dari 4,24 juta orang Indonesia yang terinfeksi COVID-19, lebih dari 4,09 juta atau 96,3 persen dinyatakan sembuh dan sebanyak 9.602 atau 0,2 persen masih dirawat atau dalam masa isolasi.
 
Menurut laporan satuan tugas (Satgas) penanganan COVID-19 pusat, lebih dari 90 persen orang Indonesia masih bermasker di tempat umum. 
 
Selan itu, budaya bekerja dari rumah yang membiasakan kaum pekerja menyeimbangkan
kehidupan rumah dan kantor atau dikenal dengan "work life balance".
 
Upaya ini, menurutnya, menjadikan para orang tua sebagai pahlawan-pahlawan baru di mata anak-anak mereka.
 
"Jasa orang tua, ibu rumah tangga dan anak-anak yang patuh prokes pun tak kalah heroik. Jasa para duta perubahan perilaku atau kader yang saling mengingatkan untuk tetap bermasker dan segera divaksinasi COVID-19 juga tidak kalah besar," ujar Raisa yang juga duta adaptasi kebiasaan baru.
 
Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyatakan, peringatan hari pahlawan harus menjadi momentum bahwa rakyat dapat menjadi pahlawan yang bisa berkontribusi dalam penanganan pandemi. 
 
"Apapun posisi kita, kita harus mampu untuk mengedukasi, mengubah perilaku, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penerapan prokes dan vaksinasi serta memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi," ucap Siti.
 
Ia menambahkan, saat ini ada 21 ibukota provinsi sudah mencapai target lebih dari 70 persen di bulan ini, dan Indonesia juga memastikan ketersediaan vaksin dalam negeri terpenuhi di tengah keterbatasan ketersediaan vaksin di level global.