BPS catat impor Sulteng turun 36,36 persen pada Maret 2025

id Bps ,Impor Sulteng ,Total impor maret,Sulawesi Tengah

BPS catat impor Sulteng turun 36,36 persen pada Maret 2025

BPS Sulteng melaksanakan kegiatan rilis bulanan terkait neraca perdagangan Sulteng di Palu. (ANTARA/HO-BPS Sulteng)

Palu (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total impor di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Maret 2025 senilai 783,5 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau menurun 36,36 persen dibandingkan bulan Februari 2025.

"Selama Maret 2025, total impor senilai 783,5 juta dolar AS atau mengalami penurunan 36,36 persen terhadap bulan sebelumnya," kata Plt Kepala BPS Sulteng Imron Taufik J. Musa dalam keterangannya di Palu, Sabtu.

Ia mengemukakan bahwa terdapat tiga komoditas utama yang memberikan kontribusi utama pada kegiatan impor Sulawesi Tengah.

Ia menyebut komoditas bahan bakar mineral masih menyumbang kontribusi terbesar dalam impor Sulteng dengan nilai 194,49 juta dolar AS atau sebesar 24,82 persen terhadap nilai impor total.

Kemudian pada posisi kedua, komoditas mesin-mesin/pesawat mekanik memiliki nilai 157,16 juta dolar AS dan memberikan kontribusi sebesar 20,06 persen.

Selanjutnya komoditas bijih, kerak, dan abu logam memiliki nilai 121,17 juta dolar AS dan menempati posisi ketiga dengan kontribusi terhadap nilai total sebesar 15,47 persen.

"Secara kumulatif, nilai impor Provinsi Sulawesi Tengah telah mencapai 2.630,84 juta dolar AS. Jika dibandingkan dengan nilai kumulatif hingga bulan yang sama pada tahun sebelumnya, posisi nilai impor mengalami kenaikan sebesar 0,91 persen," katanya.

Sementara itu, lanjut dia, Tiongkok masih menjadi negara yang menjadi kontributor impor terbesar pada bulan Maret 2025 dengan nilai impor sebesar 403,03 juta dolar AS dan berkontribusi pada total nilai impor sebesar 51,44 persen.

Kemudian, Australia sebesar 117,31 juta dolar AS atau memiliki kontribusi sebesar 14,97 persen, dan Amerika Serikat menyumbang nilai impor sebesar 69,69 juta dolar AS atau 8,89 persen.

Secara kumulatif, hingga bulan Maret 2025, impor terbesar ditunjukkan ke Tiongkok senilai 1.224,12 juta dolar AS yang memiliki kontribusi 46,53 persen.

"Pada kegiatan impor bulan Maret 2025, pelabuhan Morowali menjadi kontributor bongkar impor terbesar dengan nilai sebesar 772,62 juta dolar AS atau sekitar 98,61 persen nilai bongkar impor berasal dari pelabuhan tersebut," katanya.

Sementara dari sisi volume muatan yang diangkut, pelabuhan ini telah melakukan bongkar muatan sebesar 2.687,14 ribu ton.

Secara kumulatif sejak Januari 2025 tercatat sebesar 2.570,83 juta nilai impor berasal dari pelabuhan Morowali.

Selanjutnya pada posisi kedua, pelabuhan Bahodopi melakukan bongkar impor dengan nilai sebesar 74,93 juta dolar AS dengan volume muatan yang dibongkar adalah sebesar 74,93 ribu ton.

Pewarta :
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.