Poso Siagakan 10 Pangkalan Gas Jelang Natal

id elpiji

Masyarakat kesulitan mendapatkan gas elpiji. (Foto : ANTARA/ilustrasi)

Poso,  (antarasulteng.com) - Pemerintah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah menyiagakan 10 titik pangkalan gas 3 kilogram untuk mengantisipasi kekurangan elpiji saat perayaan Natal dan Tahun Baru di kabupaten itu.

Selain itu Pemkab juga telah siaga menyiapkan gas elpiji nonsubsidi ukuran 5,5 kilogran dan 12 kilogram di beberapa pangkalan.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Poso, Amos Mondolu di Poso, Jumat, mengatakan meskipun telah disiapkan pangkalan cadangan namun dipastikan stok gas 3 kilogram cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru.

"Persiapan gas elpiji 3 kilogram sangat cukup memenuhi kebutuhan masyarakat, meskipun demikian kami juga sudah siaga untuk mengantisipasi kekurangan itu dengan siaga 10 titik," kata Amos.

Dia mengatakan dari 10 titik pangkalan gas itu, Pemerintah kabupaten masih akan berusaha menambah jumlah titik pangkalan.

Letak 10 titik pangkalan itu, menurut Amos akan diatur oleh penyedia gas.

Menurut Amos jumlah gas Elpiji 3 kilogram yang masuk ke Kabupaten Poso sebanyak 12 LO atau sekitar 6.720 tabung perpekan yang didistribusi oleh PT Alba sebanyak 6 LO dan Mikro Pratama sebanyak 6 LO.

Namun jumlah kuota gas itu, kata Amos, sudah berkurang dengan aturan pemerintah hanya untuk warga miskin menjadi 8 LO per pekan.

"Sebenarnya kuota untik Poso itu 12 LO, namun aturan yang ada untuk gas 3 kilogram hanya untuk orang miskin, sehingga turun menjadi 8 LO, sesuai dengan jumlah kepala keluarga miskin," katanya.

Menurut Amos, stok gas 3 kilogram, akan ditiadakan lagi dan dialihkan menjadi gas 5 kilogram sesuai aturan pemerintah.

Aturan ini kata Amos, telah disosialisasikan melalui surat resmi, yang disebar di semua kepala dinas dan camat di Kabupaten Poso.

Selain itu Pemda Poso akan menerapkan harga gas dengan satu harga tetap, baik di Kota Poso maupun di desa harga akan berlaku sama.

"Tapi ini belum ditetapkan karena menunggu keputusan dari gubernur," katanya. (skd)

Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar