Kegiatan solidaritas "Lombok Palu Donggala rev!val" resmi ditutup

id pfi

Pembawa Acara Najwa Shihab (kiri) berbincang bersama Kepala Biro Umum Setjen Kemhan Marsma TNI Yusuf Jauhari (tengah) dan Direktur Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) Oscar Motuloh (kanan) saat peluncuran buku "Lombok-Palu-Dongala Rev!val" di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Pasar Baru, Jakarta, Jumat (2/11/2018). PFI bekerja sama dengan Museum dan Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) meluncurkan buku foto yang berjudul "Lombok Palu Donggala Rev!val" yang seluruh hasil penjualannya akan disalurkan untuk beasiswa pendidikan bagi anak-anak usia dini keluarga wartawan yang terkena musibah bencana alam tersebut. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.

Jakarta,  (Antaranews Sulteng) - Pewarta Foto Indonesia (PFI) bekerja sama dengan Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) menutup kegiatan solidaritas dalam tahap pemulihan "Lombok Palu Donggala Rev!val."



"Hari ini pameran dengan materi Headlines (berita utama) koran-koran nasional di Galeri Foto Jurnalistik Antara yang dibuka mulai 2 November resmi ditutup," kata Manager Program dan Kemitraan GFJA, Ismar Patrizki, kepada Antara ditemui dalam acara penutupan "Lombok Palu Donggala Rev!val" di ruang pamer GFJA di Jakarta, Sabtu.



Namun, Ismar mengatakan bahwa donasi melalui penjualan buku "Lombok Palu Donggala Rev!val¿ masih berlangsung.



Buku "Lombok Palu Donggala Rev!val" diluncurkan dalam acara pembukaan. Buku tersebut dijual kepada publik secara offline di GFJA dan online melalui Instagram @guegaleri dengan harga Rp700 ribu.



Ketua PFI Lucky Pransiska mengatakan bahwa dari 500 buku yang dicetak saat ini telah terjual lebih dari 300 buku. Dia juga mengatakan bahwa untuk sementara ini dana yang terkumpul dari penjualan buku maupun donasi mencapai Rp400 juta.



"Tidak hanya dari teman-teman di sini, dari PFI Aceh, Makassar, Bogor juga mengumpulkan uang, ada yang lewat pameran ada juga yang menggelar diskusi. Kita semua bareng-bareng," ujar Lucky.



Nantinya, hasil penggalangan dana yang terkumpul akan disalurkan langsung kepada para keluarga jurnalis yang menjadi korban di Lombok, Palu dan Donggala.



"Teman-teman di sana sebagai jurnalis yang juga harus liputan, dia harus menyingkirkan ego-nya dulu, memberitakan orang butuh bantuan padahal sebetulnya dirinya butuh bantuan, kita ingin membantu mereka," kata Lucky.



Penutupan kegiatan solidaritas "Lombok Palu Donggala Rev!val" tersebut dilakukan dengan serangkaian acara mulai dari temu wicara bertajuk "Jurnalisme Bencana Kita" bersama Andi Imam Prakasa, Andi Ari Setiadi, Lucky Fransiska, dan Muhammad Adimaja.



Ada pula Garage Sale Rev!val yang menghadirkan @tokome.id, @lampurio, @karungkreatif, @bronzengobrain, Raxol' Pax & @printlab.idn yang menawarkan t-shirts, merchandise, dan pernak-pernik, Ilalang Outdoor yang menyediakan berbagai baju, celana, hingga sepatu, dan @mr_junkiest yang membawa koleksi vinyl.



Penutupan diramaikan juga dengan ajang music charity  yang menampilkan sejumlah musisi Tanah Air, yakni Powerslaves, Blues Libre, Totok Tewel, Isa Raja, Didit Saad, Yoesri Majid ft. Hariyanto Boejl & Maxi King of Soul, Matter Halo, Orchest Stamboel, The Silent Love, dan Sexmengesek.

Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar