Berdasarkan Aplikasi Air Visual Selasa pagi, udara Jakarta tidak sehat

id Airvisual, udara Jakarta, Selasa pagi, tidak sehat, udara kotor

Berdasarkan Aplikasi Air Visual Selasa pagi, udara Jakarta tidak sehat

Diagaram kualitas udara Jakarta mulai pukul Selasa (10/09) pukul 07.00 WIB hingga pukul Kamis (12/09) 05.00 WIB berdasarkan hasil tangkap layar dari aplikasi Airvisual, Kamis pagi (12/09/2019). (Airvisual)

Jakarta (ANTARA) -
Udara di DKI Jakarta berkategori tidak sehat, Selasa (17/9), berdasarkan laporan aplikasi penyedia layanan Air Visual.


 


Berdasarkan pantauan dari laman resmi Air Visual pada pukul 05.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta berada pada level tidak sehat, yakni 156 dari ambang batas 500, dengan parameter polutan atau PM2.5 konsentrasi 66 ug/m3.




Dari 11 lokasi yang terpantau menunjukkan hanya wilayah Kemayoran berada pada level sedang di angka 88 parameter PM2.5 konsentrasi 29,6 ug/m3. Untuk level sedang, aktivitas di luar ruangan seperti bersepeda dapat dilakukan.


 


Kondisi serupa juga terpantau di kawasan Pramuka, Jakarta Timur dengan parameter AQI 89 serta PM2.5 konsentrasi 30,2 UG/m3.



Wilayah lain dalam kategori udara tidak sehat, yakni Mangga dua bagian selatan, Kedutaan Besar Amerika Serikat, Pegadungan Jakarta Barat, Rawamangun, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, AHP Capital Place dan Pejanten Barat.



Selain itu, AirVisual juga mencatat kelembapan udara Jakarta 83 persen dan kecepatan angin 5,4 kilometer per jam.
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar