Manado, (antarasulteng.com) - Provinsi Sulawesi Utara memiliki potensi sumber daya mineral, baik berupa logam maupun non logam yang cukup besar.
Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Sulawesi Utara, Boy Tamon, di Minahasa Utara, Jumat, mengatakan, daerah ini dikaruniai potensi logam maupu non logam yang besar.
"Potensi tersebut tersebar pada kabupaten dan kota di daerah itu," kata Tamon dalam workshop Pengelolaan pertambangan Sulawesi Utara berbasis pelestarian lingkungan dan kepekaaan sosial.
Boy Tamon mengatakan, potensi tersebut seperti emas, dan berdasarkan data ada sekitar 51,130 juta ton.
Potensi itu tersebar antara lain di Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan, Sangihe, Talaud dan Kota Bitung.
Perak sekitar 13, 879 ton, tersebar di Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Utara.
Biji besi potensinya di Minahasa Utara, Bolaang Mongondow Utara, Sangihe dengan kandungan sekitar 18,427 juta ton.
"Kemudian pasir besi di Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow Timur dan Sangihe," katanya.
Dia mengatakan, sedangkan untuk mineral non logam, Sulut mempunyai antara lain batu gamping, batu lempung sebagai bahan baku untuk semen.
Kandungan batu gamping dan batu lempung tersebut ternyata kandungan potensi dimiliki cukup besar.
Telah ada investor yang melakukan survey dan penyelidikan awal terhadap batu gamping dan batu lempung itu, dan rencananya membangun pabrik semen di Sulut.
Informasi dari investor tersebut, bisa berproduksi sekitar 200 juta ton pertahun,dan selama 100 tahun belum habis.
"Jadi kita punya potensi luar biasa untuk bahan baku semen ini. Hampir semua bahan bakun untuk semen, kecuali gibson terdapat di Sulut," katanya..
Dia menambahkan, bila potensi kita kelola secara arif dan bijaksana dengan memperhtikan kaidah petambangan, potensi ini akan memberikan manfaat bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut dia, dalam rangka pengelolaan potensi sumber daya mineral ini, di Sulut sudah ada 166 ijin.
Ijin tersebut baik dalam bentuk kontrak karya sebanyak enam ijin untuk komoditas emas serta ijun usaha pertambangan (IUP) sebanyak 160 ijin baik untuk komoditas emas, pasir besi, biji besi, mangan, nikel dan batuan.
Workshop tersebut digelar oleh PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia Sulawesi Utara dan Yayasan Serat Manado.
Presdir PT MSM dan PT TTJ, Terkelin Purba mengatakan
melalui workshop ini akan mendapatkan informasi dan membuka wawasan tentang pertambangan.
"Workshop ini merupakan sharing untuk mendapatkan informasi tentang pertambangan," katanya.
Workshop itu diikuti antara lain insan pers serta LSM yang ada di daerah tersebut. (SKD)
