Dua warga asing asal Pranscis coba tangkap buaya berkalung ban di Palu

id Buaya, kalung, ban

Dua warga asing asal Pranscis coba tangkap buaya berkalung ban di Palu

Warga asal Prancis, Farid dan Thomas Olivier saat melakukan pemantauan di sekitar muara Sungai Palu, Senin (24/2). ANTARA/Sulapto Sali.

Palu (ANTARA) - Dua orang warga asing asal Negara Prancis, Farid dan rekannya Thomas Olivier, pencinta satwa liar, khususnya buaya mencoba untuk menangkap buaya berkalung ban di Sungai Palu, Sulawesi Tengah.

"Saya suka binatang dan itu adalah petualangan yang hebat,  saya sudah ke beberapa negara, namun baru kali ini saya melihat buaya yang terjerat ban,” kata Farid kepada wartawan, di lokasi muara Sungai Palu, Senin.

Oleh karena itu, kata Farid, tujuan kedatangannya ke Indonesia, khususnya Kota Palu untuk menangkap buaya berkalung ban tersebut, kemudian melepaskan ban yang melilit di leher buaya itu.

Namun, katanya, dirinya belum bisa melakukan upaya penangkapan karena saat ini masih mengurus izin dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sulteng untuk melakukan penyelamatan satwa di Sungai Palu itu.  
Warga asal Prancis Farid saat memberi keterangan pers usai melakukan pemantauan di sekitar muara Sungai Palu, tempat buaya berkalung ban sering mumcul berjemur, Senin (24/2).  ANTARA/Sulapto Sali.

Farid mengaku dirinya ingin menangkap buaya berkalung ban tersebut tidak membawa alat khusus, namun menggunakan perangkap yang telah dibuat oleh Matt Wright saat melakukan penyelamatan satwa itu pada beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan alat perangkap yang dibuat Matt Wright dimasukkan beberapa ekor ayam hidup untuk memancing buaya berkalung ban agar buaya itu bisa masuk ke dalamnya.

“Saya tidak membawa alat khusus, hanya butuh tali dan lakban saja untuk menarik dan menutup mulut buaya bila sudah terperangkap," ujarnya seraya dirinya optimistis bisa menangkap buaya berkalung ban tersebut dalam waktu satu minggu ke depan.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar