Danyon 711 "Persenjatai" Anggota Dengan Lele

id tni, danyon, lele

Danyon 711 "Persenjatai" Anggota Dengan Lele

Komandan Yonif 711/Tadulako Letkol (Inf) Lukman Hakim (FOTO ANTARA/Riski Maruto)

Beberapa bulan silam Batalyon Infanteri (Yonif) 711/Raksatama Palu turut sibuk membantu polisi mengamankan Kota Palu dan sekitarnya dari bentrok antarwarga.

Puluhan pasukan yang dipimpin Letnan Kolonel (Inf) Lukman Hakim ini selalu siap mengamankan daerah dari pihak pengacau keamanan. 

Namu, selama kurun dua bulan terakhir, Palu yang merupakan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah dan sekitarnya aman dari gangguan bentrok antarwarga yang kerap menimbulkan korban luka-luka bahkan korban jiwa.

Selain tetap waspada dalam mengantisipasi gangguan keamanan, Letkol Luman Hakim mengaku saat ini juga turut berpartisipasi dalam program ketahanan pangan.

Jadi, selain mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), TNI juga turut menjaga ketahanan pangan, kata pria kelahiran Semarang, 9 Maret 1975 ini.

Letkol Lukman juga selalu mengajak anggotannya untuk turut menjaga ketahanan pangan di samping tugasnya menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.

Menjaga ketahanan pangan itu berupa budidaya perikanan air tawar di setiap rumah anggota TNI.

"Di setiap rumah anggota diharapkan ada kolam ikan lele yang hasilnya minimal bisa untuk dimakan sendiri," kata pria yang menjabat Komandan Yonif 711/Raksatama Palu sejak September 2012 ini.

Hasil panen ikan lele itu nantinya akan dinikmati anggota TNI sendiri bersama keluarganya. Nilai gizi ikan berkumis itu dinilai juga tinggi sehingga bisa mengimbangi aktivitas tentara yang tak kenal waktu. 

Saat ini di markas Batalyon Infanteri 711/Raksatama terdapat lima kolam yang berisi ribuan ekor ikan lele.

Kolam itu terbuat dari plastik terpal yang berbentuk persegipanjang. Kolam berukuran sekitar 3x6 meter itu berdiri di atas tanah dengan tinggi sekitar 120 cm.

Selain kolam ikan, TNI juga mempunyai lahan seluas 14 hektare di Desa Sidera, Kabupaten Sigi, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari markas Yonif 711/Tadulako.

Lahan tersebut saat ini ditanami jagung, ubi, kacang tanah, pisang dan tanaman pangan lainnya.

Aneka tanaman pangan itu nantinya akan dinikmati sendiri oleh anggota dan keluarga TNI sehingga turut mensejahterakan keluarga terutama saat harga kebutuhan pokok melonjak.

Selain itu, kegiatan menjaga ketahanan pangan itu juga bisa menjadi contoh positif bagi warga sekitar.

Dia mengatakan penanaman lahan dengan aneka tanaman pangan itu selain menjaga ketahanan pangan juga memberdayakan lahan tidur yang tidak produktif.

Rumah pangan

Kodim 1306/Donggala yang membawahi Yonif 711/Raksatama Palu juga membuat rumah pangan dan sejumlah kegiatan kemitraan dengan petani.

Rumah pangan itu berupa rumah milik warga atau anggota TNI yang memiliki halaman dengan ditanami aneka sayur atau bumbu-bumbuan yang dibutuhkan sehari-hari.

Selain menggalakkan rumah pangan TNI juga menjalin kemitraan dengan petani dengan menggalakkan penanaman padi organik.

Beberapa waktu lalu Komandan Kodim 1306/Donggala dan sejumlah pejabat di Kabupaten Sigi melakukan panen di Desa Karawana, Kecamatan Dolo. 

Panen tersebut merupakan salah satu program ketahanan pangan TNI dalam rangka membantu pemerintah daerah meningkatkan ketahanan pangan di wilayah Sulawesi Tengah. 

Panen yang dilaksanakan oleh Kodim 1306/Donggala di Desa Karawana adalah jenis padi organik yang ditanam di sawah seluas 13,5 hektare.

Desa Karawana adalah salah satu daerah yang sering dilanda bentrok antarwarga sehingga kegiatan tersebut diharapkan bisa mencegah tawuran yang tidak ada gunanya.

Program ketahanan pangan yang dilakukan oleh Korem 132/Tadulako, Sulawesi Tengah, merupakan salah satu wujud penjabaran dari tugas pokok TNI selain perang yang bertujuan memberi bantuan kepada pemerintah daerah, serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Lukman Hakim mengatakan membantu program ketahanan pangan adalah salah satu arahan pimpinan TNI untuk diterapkan di setiap daerah.

Berperang saat ini tidak hanya di medan juang atau di lokasi bentrok, tetapi juga dengan membantu program ketahanan pangan.

Seperti salah satu slogan TNI yakni bersama rakyat, TNI kuat. Kalau rakyat kuat dan tidak lapar maka kesejahteraan akan tercapai terutama dengan ketahanan pangan, termasuk "mempersenjatai" setiap rumah dengan membuat kolam berisi ikan lele. (skd)
Pewarta :
Editor : Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar