TNLL masih tutup obyek wisata Danau Tambing

id tambing

TNLL  masih tutup obyek wisata Danau Tambing

Pengunjung menikmati panorama Telaga Tambing dengan kabutnya di pagi hari di Desa Sedoa, Lore Utara, Poso, Sulawesi Tengah,Kawasan yang berada di atas 1.700 mdpl dan dikelola Balai Taman Nasional Lore Lindu (BTNLL) itu dikembangkan sebagai kawasan eko wisata berkonsep lestari dengan azas pemanfaatan kawasan hutan yang ramai dikunjungi wisatawan baik asing maupun lokal pada setiap hari libur. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/pd/16 (ANTARA FOTO/BASRI MARZUKI)

Poso,Sulteng (ANTARA) - Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) masih menutup aktivitas kunjungan di kawasan obyek wisata Danau Tambing yang biasanya dikunjungi banyak wisatawan mancanegara dan domestik.

Kepala Balai TNLL, Jusman di Palu, Rabu, membenarkan belum mengizinkan ada kegiatan di lokasi wisata yang terletak di dalam kawasan taman nasional di Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso itu.

"Kami menutup lokasi wisata tersebut demi memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19," katanya.

Jusman menjelaskan bukan hanya Danau Tambing, tetapi semua obyek wisata yang ada di dalam maupun di luar kawasan taman nasional sengaja ditutup sementara karena pandemi virus corona.

Menurut dia, kesehatan dan keselamatan jiwa petugas maupun pengunjung, termasuk wisatawan paling penting dari lainnya.

Memang selama obyek wisata tersebut ditutup, pihaknya kehilangan penghasilan cukup besar.
Lebih baik kehilangan pendapatan dari pada penyebaran virus corona semakin meluas akan lebih parah lagi.

"Kami hanya berharap semoga virus COVID-19 yang sudah melanda sekitar 108 negara di dunia segera hilang, sebab dampaknya sangat besar terhadap semua sendi-sendi perekonomian," kata dia.

Sebelum ada virus corona, jumlah pengunjung di kawasan obyek wisata Danau Tambing setiap hari libur hingga mencapai 1.000 orang per hari.

Danau Tambing terletak pada ketinggian 1.700 meter dari permukaan laut paling disukai wisatawan mancanegara, sebab selain hutan dan alamnya yang masih asri, juga menjadi habitat berbagai jenis satwa, termasuk ada sekitar 30 persen merupakan satwa endemik yang hanya ada di kawasan wisata tersebut.

Di kawasan wisata yang berjarak sekitar 90 km dari Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng, itu ada sekitar 270 jenis burung yang hidup dan berkembang biak di hutan dan alam setempat.

Kebanyakan wisatawan mancanegara yang berkunjung tinggal beberapa hari hanya untuk mengamati dan meneropong burung-burung yang terbang dari satu pohon ke pohon lainnya.
"Tidaklah heran jika kawasan wisata itu dijuluki "sorga"burung," kata Asdin, salah seorang petugas pengelola
kawasan Danau Tambing.
 
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar