Wajah baru wisata Danau Tambing di Taman Nasional Lore Lindu

id Danau tambing,poso,sulawesi tengah

Wajah baru wisata Danau Tambing  di Taman Nasional Lore Lindu

Rano Kalimpaa atau yang dikenal dengan Danau Tambing, di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, kembali dibuka sejak 23 Oktober 2021. (ANTARA/Kristina Natalia)

Poso (ANTARA) - Wisata Danau Kalimpaa yang berada di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), Desa Sedoa, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, resmi dibuka kembali untuk wisatawan maupun kegiatan penelitian setelah hampir setahun ditutup.

Wisata alam yang dikenal Danau Tambing itu tampil dengan ‘wajah’ baru sejak 23 Oktober 2021. Balai Taman Nasional Lore Lindu (BTNLL) melakukan pembenahan di lokasi camping ground maupun perbaikan fasilitas umum dan sarana prasarana lainnya.

“Kami buka kembali setelah mendapat rekomendasi dari Satgas COVID-19 provinsi Sulawesi Tengah, selanjutnya dari sisi keamanan dari Satgas Madago Raya,” kata Kepala BTNLL, Jusman, Rabu sore.

BTNLL melakukan uji coba layanan pengunjung melalui pendaftaran secara daring. Setiap pengunjung wajib mendaftarkan diri melalui bit.ly/formtambing.

 

Selanjutnya pengunjung akan diwajibkan melakukan pendaftaran tiket kembali di pintu masuk wisata Danau Tambing.

“Ini masih uji coba, sangat terbatas dan akan kita kembangkan. Registrasi di lokasi nantinya itu sudah dengan pembayaran karcis masuk dan asuransi,” ujarnya.

Selain pembenahan kawasan kemping dan fasilitas umum lainnya, BTNLL resmi membuka jalur keliling Danau Tambing. Pengunjung bisa menikmati suasana hutan lebat di sekitar Danau Tambing sambil melihat flora dan fauna di kawasan TNLL.

“Ini dalam uji coba juga untuk sarana wisata lain. Pengunjung bisa keliling Danau Tambing,” kata Jusman.

Untuk pengembangan wisata di Kawasan TNLL, pemerintah juga melibatkan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan taman nasional. Masyarakat desa nantinya diberdayakan untuk membantu pengunjung berwisata sekaligus mengedukasi pengunjung untuk menjaga kelestarian alam.

Hari pertama kami batasi 250 pengunjung saja, tetapi dari jumlah ini tidak semua menginap.

“Kita sudah kaji daya dukungnya, kurang lebih 1.000 orang per hari. Nanti akan kita evaluasi terus, mudah-mudahan situasi terus menuju normal,” katanya.

BTNLL akan melayani pengunjung wisata alam dengan memperhatikan kelestarian alam. Untuk wisata ramah lingkungan, BTNLL menerbitkan tata tertib baru khususnya dalam hal penanganan sampah di kawasan taman nasional.

“Tidak memperbolehkan pengunjung membawa kemasan air mineral di bawah 1.500 liter dan ini sudah kita praktikkan untuk mengurangi sampah di kawasan TNLL,” demikian Jusman.*
 
Pengunjung berkemah di Rano Kalimpaa atau yang dikenal dengan Danau Tambing, di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. (ANTARA/Kristina Natalia)