Sembilan tahun menumpang Soyuz, NASA kirim dua astronot pakai roket SpaceX

id peluncuran SpaceX Falcon 9,SpaceX dan NASA

Sembilan tahun menumpang Soyuz, NASA kirim dua astronot pakai roket SpaceX

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyaksikan peluncuran roket SpaceX Falcon 9 dan pesawat luar angkasa Crew Dragon di misi NASA SpaceX Demo-2 ke Stasiun Luar Angkasa Internasional dari Kennedy Space Center NASA di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, Sabtu (30/5/2020). REUTERS/Jonathan Ernst/foc/cfo (REUTERS/JONATHAN ERNST)

Cape Canaveral, Florida (ANTARA) - Perusahaan swasta pembuat pesawat ulang-alik asal Amerika Serikat, SpaceX, berhasil meluncurkan roket/pesawat ulang-alik yang membawa dua astronot Badan Antariksa AS (NASA), Sabtu (30/5).

Peristiwa itu menandai peluncuran pertama yang dilakukan NASA menggunakan roket buatan AS dan langsung dari atas tanah Amerika Serikat, mengingat dalam sembilan tahun terakhir, astronot AS harus menumpang pesawat milik Rusia, Soyuz untuk mengorbit ke luar angkasa.

Pesawat ulang-alik SpaceX Falcon 9 meluncur dari pusat komando luar angkasa Kennedy Space Center pukul 15:22 EDR atau 19:22 GMT dan di dalamnya dua astronot NASA, Doug Hurley dan Bob Behnken akan melalui perjalanan selama 19 jam menuju Stasion Luar Angkasa Internasional (ISS).

Hurley dan Behnken menempati kapsul hasil rancangan terbaru SpaceX, Crew Dragon.

Sebelum peluncuran, Hurley mengatakan: "SpaceX, kami siap, mari nyalakan lilin-ya". Ungkapan itu merupakan parafrase dari pesan yang disampaikan Alan Shephard saat akan terbang ke luar angkasa pada 1961. Shephard merupakan warga AS pertama yang terbang ke luar angkasa.

Crew Dragon terpisah dari mesin pendorongnya pada 15:35 EDT dan beberapa menit setelahnya kaspul itu berhasil memasuki orbit.

Pesawat ulang-alik Falcon 9 diluncurkan dari landasan yang sama digunakan penerbangan terakhir NASA pada 2011. Saat itu, pesawat diterbangkan oleh Hurley.

Sejak saat itu, astronot NASA harus menumpang pesawat ulang-alik milk Rusia, Soyuz, saat hendak mengorbit ke luar angkasa.

"Sungguh mengagumkan, kekuatan dan teknologinya," kata Presiden AS Donald Trump yang menghadiri peluncuran di Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida. "Pemandangan yang indah untuk disaksikan," kata dia.

Peluncuran pertama yang dijadwalkan Rabu (27/5) sempat dibatalkan kurang dari 17 menit dari waktu yang telah dijadwalkan. Cuaca buruk juga sempat mengancam peluncuran pesawat dibatalkan, tetapi langit berubah cerah jelang pesawat ulang-alik diluncurkan.

Pimpinan NASA Jim Bridenstine mengatakan prioritas lembaganya adalah terus mengirim astronot AS menggunakan roket/pesawat ulang-alik buatan AS langsung dari atas tanah Amerika Serikat.

"Saya bernapas lega, tetapi saya tidak akan merayakan apapun sampai Bob dan Doug sampai dengan selamat (di ISS, red)," kata Bridenstine.

Sementara itu, buat Elon Musk, pemilik SpaceX, peluncuran itu jadi tonggak awal bagi perusahaan untuk membuat pesawat ulang-alik dengan harga lebih murah dan lebih banyak. Peluncuran itu menggunakan roket yang dapat dibongkar pasang dan digunakan kembali.

Tidak hanya itu, peluncuran itu juga menandai pertama kalinya pesawat ulang-alik buatan swasta, yang dimiliki dan dioperasikan pihak swasta, membawa warga AS ke orbit.

NASA terakhir kali mengirim astronotnya ke luar angkasa menggunakan pesawat baru kurang lebih 40 tahun lalu saat memulai program pengembangan pesawat ulang-aliknya.

Musk, pengusaha dan inovator kelahiran Afrika Selatan, menjalankan beberapa usahanya di pusat industri teknologi AS di Silicon Valley. Ia juga direktur utama dari pembuat mobil bertenaga listrik dan pabrik baterai, Tesla Inc. Musk tidak hanya mendirikan SpaceX pada 2002, tetapi juga Hawthorne.

SpaceX merupakan singkatan dari Space Exploration Technologies atau perusahaan teknologi jelajah luar angkasa. Saat ini, Musk memiliki tiga kewarganegaraan, yaitu di AS, Kanada, dan Afrika Selatan.

Sementara itu, Hurley, 53, dan Behnken, 49, merupakan pegawai NASA yang menjalani kontrak kerja untuk terbang ke luar angkasa dengan SpaceX. Keduanya diperkirakan akan tinggal di ISS selama beberapa minggu guna membantu kerja awak stasiun di laboratorium.

Boeing Co, perusahaan AS yang juga mengembangkan sistem peluncuran pesawat ulang-aliknya, atau rival dari SpaceX, juga akan meluncurkan CST-100 Starliner Vehicle dengan membawa beberapa astronot untuk pertama kalinya tahun depan.

NASA memberikan dana hampir delapan miliar dolar AS (sekitar Rp117,23 triliun) ke SpaceX dan Boeing untuk mengembangkan pesawat ulang-alik masing-masing.

Trump menyebut peluncuran itu merupakan awal kemajuan program luar angkasa AS. Ia mengatakan nantinya AS akan mampu mengembangkan pesawat luar angka menuju Planet Mars.

Saat peluncuran, Trump didampingi oleh Wakil Presiden Mike Pence, Menteri Perdagangan Wilbur Ross, Menteri Pendidikan Betsy DeVos, anggota kongres Florida Matt Gaetz, dan Senator Rick Scott.

Dua astronot itu sebelum peluncuran sempat berpamitan dengan keluarga, Sabtu. Sebelum menaiki kendaraan khusus buatan Tesla ke tempat peluncuran, Behnken berkata ke anak bungsunya: "bersikap baik ke ibumu, jangan buat dia susah".

Selama perjalanan, Behnken dan Hurley melewati mantan astronot, Garret Reisman, yang menyampaikan pesan: "bawa aku bersama kalian".

Sumber: Reuters
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar