Anelka Terancam Sanksi Berat
Nicolas Anelka (REUTERS)
London (antarasulteng.com) - Striker West Bromwich Albion Nicolas Anelka terancam mendapat hukuman larangan bermain dalam waktu lama setelah didakwa Asosiasi Sepakbola (FA) atas tuduhan salut quenelle yang disebut anti Yahudi dalam laga melawan West Ham United bulan lalu.
FA menyebut Anelka telah menyampaikan bahasa tubuh yang "tidak senonoh dan/atau tidak sopan dan/atau melecehkan dan/atau tidak pantas" dan termasuk "merujuk pada asal etnis dan/atau ras dan/atau agama atau keyakinan".
Anelka memiliki waktu sampai Kamis pukul 18:00 GMT (Jumat 01:00 WIB) untuk menjawab dakwaan ini. Jika terbukti bersalah, dia terancam dihukum minimal tidak boleh tampil lima pertandingan.
Sebuah komisi independen beranggotakan tiga orang akan memproses pengaduan FA dan jawaban Anelka ini.
West Brom telah mengatakan Anelka "tengah mempertimbangkan opsi-opsi" setelah menerima dokumen setebal 34 halaman dari FA yang menjelaskan tuduhan kepadanya.
West Brom juga menegaskan bahwa Anelka akan tetap masuk tim utama sampai proses FA mencapai kesimpulan.
Anelka telah menyatakan salut quenelle itu hanya didedikasikannya bagi komedian Prancis Dieudonne M'bala M'bala yang menciptakan salam hormat itu.
Lewat Twitter dia menyebutkan salamnya itu bukan anti Yahudi dan bukan rasis. Selasa kemarin di mentweet link video laman koran Prancis Le Figaro berisi pernyatan ketua organisasi Yahudi Prancis CRIF, Roger Cukierman, bahwa quenelle hanya dianggap anti Yahudi jika dilakukan di depan lembaga Yahudi seperti sinagog.
Keputusan FA memperkarakan Anelka dilakukan sehari setelah sponsor kostum West Brom, Zoopla, memutuskan mengakhiri kontraknya dengan klub itu.
Anelka sendiri terus dimainkan dan bermain selama 77 menit saat timnya seri 1-1 melawan Everton.
