Kementerian PUPR ungkap anggaran padat karya 2021 jadi Rp23,24 triliun

id refocusing,kementerian pupr,anggaran,padat karya,2021

Kementerian PUPR ungkap anggaran padat karya 2021 jadi Rp23,24 triliun

Program padat karya percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI) di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. ANTARA/HO-Kementerian PUPR

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengungkapkan anggaran program padat karya tunai pascapemfokusan kembali atau refocusing pada 2021 mengalami kenaikan dari Rp12,18 triliun menjadi Rp23,24 triliun.

"Penajaman program digunakan untuk melaksanakan padat karya tunai yang semula dianggarkan sebesar Rp12,18 triliun menjadi Rp23,24 triliun, melalui 20 kegiatan yang diharapkan dapat menyerap 1,23 juta tenaga kerja," ujar Menteri Basuki dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, penajaman program digunakan untuk perluasan program padat karya tunai, dengan demikian upaya refocusing selain ditujukan untuk penajaman anggaran juga diharapkan oleh Presiden Joko Widodo untuk memperbesar padat karya tunai.

Adapun rincian anggaran padat karya tunai tahun ini pasca-refocusing yakni untuk bidang sumber daya air di delapan kegiatan senilai Rp7,15 triliun dengan perkiraan serapan tenaga kerja sebanyak 386.159 orang.

Kemudian, dalam bidang jalan dan jembatan melalui lima kegiatan senilai Rp6,69 triliun dengan perkiraan serapan tenaga kerja sebanyak 273.603 orang.

Sedangkan, pada bidang permukiman, ada enam kegiatan senilai Rp5,29 triliun dengan perkiraan serapan tenaga kerja sebanyak 194.471 orang.

Terakhir, bidang perumahan melalui satu kegiatan senilai Rp4,11 triliun dengan perkiraan serapan tenaga kerja sebanyak 378.460 orang.

Program padat karya tunai merupakan program yang tidak dikurangi alokasi anggarannya dalam langkah-langkah penghematan yang diambil oleh Kementerian PUPR pada 2021.