Dua desa di Sirenja-Donggala sering dilanda banjir akibat rob

id banjir rob donggala,banjir sulawesi tengah,dampak banjir

Dua desa di Sirenja-Donggala sering dilanda banjir akibat rob

Banjir akibat rob sering melanda dua desa Di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala,Sulawesi Tengah. (HO)

Kalau sudah banjir pagi atau sore, kendaraan sudah tidak bisa lewat. Tunggu air surut dulu

Donggala (ANTARA) - Dua desa di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, sampai sekarang masih serang dilanda banjir akibat rob menurut camat setempat.

“Kalau sudah banjir pagi atau sore, kendaraan sudah tidak bisa lewat. Tunggu air surut dulu,” kata Camat Sirenja Hamrin di Sirenja, Senin.

Hamrin mengatakan bahwa Desa Tompe dan Lompio bisa menghadapi tujuh kali banjir akibat rob dalam sebulan.

Oleh karena itu, menurut dia, pemerintah berencana memindahkan 650 keluarga di Desa Tompe dan 337 keluarga di Desa Lompio yang sering terdampak banjir ke area yang lebih aman.

"Semua warga yang terdampak akan dipindahkan ke huntap (hunian tetap) yang dibangun pemerintah,” katanya.

Ia mengatakan, sebanyak 302 keluarga di Desa Tompe dan 300 keluarga di Desa Lompio telah terdaftar sebagai penerima hunian tetap yang rencananya dibangun mulai Juli 2021.

“Yang lain memilih relokasi mandiri dan ada 15 KK relokasi mandiri di Desa Balentuma," katanya.

Hamrin menjelaskan pula bahwa pemerintah akan memperbaiki jalan di Desa Tompe dan Lompio supaya bisa lebih aman dari banjir.

Sementara itu, warga Desa Lompio, Sumiarti (43), mengatakan bahwa dia sudah hampir tiga tahun menunggu hunian tetap dari pemerintah.

“Kami memilih tinggal di rumah lama (selama menunggu) karena tidak ada jalan lain lagi,” katanya.

Ia berharap pemerintah membangun hunian tetap bagi warga yang terdampak bencana di dekat pesisir.

"Kita ini hanya menggantungkan hidup dari hasil laut, harapannya kita hanya itu saja, huntap jangan terlalu jauh dengan laut,” kata Sumiarti.


Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.