Satgas Madago Raya tanam 1000 pohon bakau di pesisir laut Poso

id tanam bakau,satgas madago raya

Satgas Madago Raya  tanam 1000 pohon bakau di pesisir laut Poso

Tim Satgas Madago Raya menanam 1000 pohon bakau di pesisir pantai di Desa Tokorondo, Kabupaten Poso,Sulawesi Tengah. ANTARA/Satgas Madago Raya

Poso (ANTARA) - Tim Satuan tugas madago raya, menanam sebanyak 1000 pohon bakau di pesisir pantai di Desa Tokorondo, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Senin.

Kegiatan tersebut guna melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan daratan. Dimana, tumbuhan mangrove ini dianggap sebagai salah satu jenis tumbuhan yang memiliki akar kokoh dan dapat meredam gelombang besar, termasuk tsunami.

Ditanamnya 1000 pohon bakau ini dapat mencegah terjadinya bencana alam.

"Hal ini Berangkat dari kepedulian Kapolda Sulawesi Tengah selaku Penanggung Jawab Kebijakan Operasi Madago Raya 2021 yang melihat abrasi disekitar bibir pantai Desa Tokorondo, sehingga memberikan bantuan berupa bibit pohon bakau sebanyak 1000 batang untuk ditanam di sekitar pantai Desa Tokorondo," jelas Wakasatgas humas operasi Madago Raya, AKBP Bronto Budiyono.

Bronto menyebutkan, bukan hanya fokus pada pengejaran kelompok pelaku tindak pidana terorisme, Satgas Madago Raya juga peduli terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

"Kita tidak hanya fokus disitu, tetapi juga kesehatan masyarakat seperti memberikan vaksin COVID-19 dan juga bantuan sembako kepada warga,"terangnya

Hingga saat ini tim Satgas Madago Raya masih melakukan pengejaran terhadap sisa kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satuan Tugas Madago Raya, pada Sabtu 26 Juni menemukan sebuah gubuk yang diduga sebagai tempat persembunyian kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso di Dusun Manggalapi, Desa Sri Rejeki, Kecamatan Palolo,Kabulaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Didalam gubuk tersebut ditemukan sejumlah logistik, seperti pakaian, alat komunikasi,dan beberapa senapan angin beserta pelurunya.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar