Ombudsman: Proyek huntap mandiri di Palu harus selesai tepat waktu

id Ombudsman Sulteng, Sofyan Farid, huntap, rehab-rekon, PUPR, Waskita, Petobo, Sulteng

Ombudsman: Proyek huntap mandiri di Palu  harus selesai tepat waktu

Arsip- Salah satu rumah Warga Terdampak Bencana (WTB) yang dibangun melalui skema relokasi mandiri di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu yang hingga kini belum selesai terbangun. ANTARA/Moh Ridwan

Palu (ANTARA) -
Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Sulawesi Tengah meminta pelaksana proyek pembangunan hunian tetap (huntap) skema relokasi mandiri korban likuefkasi Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu agar diselesaikan tepat waktu.
 
"Pekerjaan konstruksi harus diselesaikan tempat waktu sesuai kontrak," kata Ketua Ombudsman RI Perwakilan Sulteng Sofyan Farid Lembah yang dihubungi di Palu, Jumat.

Ia menjelaskan, menanggapi laporan masyarakat menyangkut keterlambatan pekerjaan pembangunan huntap skema relokasi mandiri di Kelurahan Petobo, maka pihaknya menemui PT Waskita Karya (Persero) sebagai pelaksana proyek tersebut meminta penjelasan lebih lanjut dan hasil penjelasan dituangkan ke dalam surat Ombudsman nomor: B/0131/LM.19-25/004.2021/VII/2021 tentang penyampaian klarifikasi laporan.
 
Di isi surat tersebut, tertuang sejumlah poin diantaranya yakni, berdasarkan kontrak pembangunan huntap berbasis relokasi mandiri di Petobo untuk hunian korban likuefaksi dimulai pada Bulan Januari 2021 bersumber dari dana Bank Dunia yang dikelola Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
 
Akan tetapi, dana tersebut baru dapat digunakan atau pencairan pada April lalu, sehingga pekerjaan konstruksi baru di mulai pada bulan tersebut.
 
"Dari klarifikasi kami lakukan, PT Waskita Karya (Persero) menyampaikan bahwa huntap mandiri dibangun berdasarkan teknik yang sudah ditetapkan oleh Bank Dunia," ujar Sofyan.
 
Lalu, dari jumlah semula 316 warga terdampak bencana (WTB) mendaftar ikut program huntap relokasi mandiri dipersempit menjadi 94 orang setelah melalui serangkaian verifikasi dan validasi data karena sebagian warga telah mendapat bantuan dana stimulan bencana serta telah memilih huntap di tempat lain.
 
"Saat ini sekitar 32 warga sudah ditetapkan pihak PUPR bersama Bank Dunia sebagai penerima huntap mandiri, dan berdasar pernyataan pihak PT Waskita progres pekerjaan baru mencapai sekitar 52,54 persen," ucap Sofyan.
 
Pihak pelaksana proyek, katanya, berjanji akan menyelesaikan kegiatan konstruksi hubtap 1B/huntap mandiri di Palu tepat waktu sesuai kontrak.
 
Pembangunan huntap skema relokasi mandiri, dibangun di atas lahan lahan pribadi warga penerima, dengan ketentuan lahan diajukan warga tidak masuk di zona merah dan memiliki alas hak diakui secara hukum.
 
"Terkait hasil klarifikasi Pembangunan huntap 1B, PT Waskita akan menyelesaikan pekerjaan konstruksi dan diserahkan kepada warga penerima sesuai yang ditetapkan pihak Bank Dunia dan Kementerian PUPR ditargetkan pada Agustus mendatang," demikian Sofyan.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar