Kesultanan Deli pertahankan tradisi junjung duli saat Idul Fitri

id Junjung duli,Sultan Deli,Tuanku Mahmud,Istana Maimoon,Tengku Moharsyah

Kesultanan Deli pertahankan tradisi junjung duli saat Idul Fitri

Seripaduka Sultan Deli XIV Tuanku Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam Shah menggelar tradisi junjung duli di Istana Maimoon, Medan, Senin (2/5/2022). (ANTARA/HO-Kesultanan Deli)

Medan (ANTARA) - Kesultanan Deli mempertahankan tradisi junjung duli oleh Seripaduka Sultan Deli XIV Tuanku Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam Shah di Istana Maimoon setiap Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha.

"Junjung duli tahun ini, langsung dipimpin Sultan Deli XIV. 1 Syawal kemarin junjung duli diawali Shalat Id di Masjid Raya Al-Mahsun," terang Humas Kesultanan Deli, Tengku Moharsyah Nazmi di Medan, Selasa.

Setelah Shalat Id, mendengarkan khotbah khatib, dan bersilaturahim di Masjid Raya Al-Mahsun, lanjut dia, barulah Sultan Deli menuju Istana Maimoon untuk menjalankan tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.



Tradisi junjung duli ini sangat kental dengan nuansa Melayu, di antaranya perangkat adat, sejumlah imam masjid, pejabat istana maupun pasukan pengawal, sultan mengenakan pakaian khas Kesultanan Deli.

Kegiatan ini diawali dengan penghaturan sembah dilakukan kepada Sultan Deli oleh perangkat adat, perangkat istana, kerabat keluarga, imam masjid dan masyarakat, khusus bagi kaum pria.

"Setelah Sultan Deli duduk di tahta, pertama yang melakukan junjung duli itu datuk empat suku, baru orang-orang besar wajir daerah atau raja-raja daerah di bawah Sultan Deli," jelasnya.

Moharsyah yang juga bergelar Tengku Duta Setia Narawangsa mengatakan, tradisi junjung duli ini tidak berlaku bagi perempuan selayaknya kaum lelaki yang menghadap Sultan Deli.

"Setelah selesai, sultan turun dari singgasananya mendatangi perempuan untuk mengucapkan selamat Idul Fitri. Makna tersirat di situ bahwa Sultan Deli sangat menghargai, dan menghormati kaum hawa," terang dia.

Untuk diketahui, Tuanku Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam Shah lahir 29 Agustus 1998 naik tahta menjadi Sultan Deli termuda pada 23 Juli 2005, setelah Sultan Deli XIII Tengku Otteman Mahmud Ma'amun Padrap Perkasa Alam mangkat akibat kecelakaan pesawat udara pada 21 Juli 2005 di Lhokseumawe, Aceh.

Tuanku Mahmud Lamantjiji ini didampingi oleh Pemangku Sultan Deli XVI Tengku Hamdy Osman Delikhan Al-Haj bergelar Tengku Raja Muda Deli.

"Hari Raya Idul Fitri tahun 2022 ini bisa kita bilang Tuanku Mahmud pertama kali memimpin langsung tradisi junjung duli bersama pemangku Sultan Deli XIV," papar Moharsyah.