BMKG: Kabupaten Tolitoli berstatus waspada hujan lebat

id mkg, cuacaburuk, hujan, banjir, longsor, tolitoli, bpbd

BMKG: Kabupaten Tolitoli  berstatus waspada hujan lebat

Banjir merendam pemukiman warga di Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (09/05/2022) siang. ANTARA/HO - Ist.)

Tolitoli (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Meteorologi Palu menyebutkan wilayah Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah, berstatus waspada karena diprakirakan masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

"Dari satelit Himawari dan prakiraan cuaca, wilayah Kabupaten Tolitoli masuk dalam status waspada hingga besok, Selasa 10 Mei," ungkap Kepala BMKG stasiun Geofisika Palu Nur Alim dihubungi di Palu, Senin.

Menurutnya, hujan lebat ini bisa berdampak bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan volume air sungai yang meningkat sehingga jembatan yang rendah tidak dapat dilintasi.

"Yang perlu dilakukan harus berhati-hati, dan waspada khususnya masyarakat yang tinggal di lereng gunung dan bantaran sungai," ujarnya.





Selain Tolitoli, beberapa daerah lain di Sulawesi Tengah yang berstatus waspada adalah, Kabupaten Buol, Tojo Unauna, Poso, Parigi Moutong, Banggai Kepulauan dan Kabupaten Banggai.

Sebelumnya, banjir menerjang Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, Senin (09/05) siang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng mendata sebanyak empat kelurahan di wilayah tersebut terendam air.

"Ada Kelurahan Panasakan, Kelurahan Baru, Kelurahan Nalu dan Kelurahan Tuwelei," kata Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Sulteng Andi Sembiring.

Tidak hanya itu, banjir juga merendam sejumlah fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah, dan area perkantoran.

"Intensitas hujan yang tinggi dan drainase yang tidak dapat menampung debit air yang tinggi menyebabkan air meluap ke pemukiman warga , dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa," ungkap Andi.

Hingga saat ini hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih mengguyur wilayah Kabupaten Tolitoli.*

Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2022