FTIK UIN Datokarama kerja sama Disdikbud Sigi atasi kelangkaan guru

id Disdikbud Sigi,Pemkab Sigi,UIN Palu,UIN Datokarama,Anwar,Askar

FTIK UIN Datokarama kerja sama Disdikbud Sigi  atasi kelangkaan guru

Foto bersama Dekan FTIK UIN Datokarama Dr Askar (kanan) dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sigi Anwar (kiri) sambil memperlihatkan nota kesepahaman yang ditandatangani, di Sigi, Jumat (26/8/2022). (ANTARA/Muhammad Hajiji)

Sigi, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sigi untuk mengatasi kelangkaan guru mata pelajaran di wilayah-wilayah terpencil di daerah itu.

Dekan FTIK UIN Datokarama Askar di Sigi, Jumat, mengemukakan kerja sama tersebut merupakan sinkronisasi dan kolaborasi program pengabdian kepada masyarakat bertajuk "FTIK Mengabdi dan Mengajar".

"Program ini merupakan tindak lanjut atau implementasi dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicetuskan oleh pemerintah pusat," ucap dia.

Penandatangan nota kesepahaman itu dilakukan langsung oleh FTIK UIN Datokarama Askar dengan Kepala Disdikbud Sigi Anwar di Kantor Disdikbud Kabupaten Sigi, Jumat.

Askar mengatakan lewat kerja sama itu, FTIK UIN Datokarama akan menurunkan mahasiswa untuk mengajar di sekolah-sekolah di wilayah terpencil yang mengalami kekurangan guru mata pelajaran.

"Mahasiswa mulai diturunkan ke lapangan pada tahun ini, yaitu mahasiswa semester tujuh atau semester ganjil. Mereka akan melaksanakan pengabdian dan pengajaran di desa di Sigi selama beberapa bulan," ujarnya.

Ia menyebut lewat kerja sama itu, Pemkab Sigi melalui Dinas Pendidikan sepakat memfasilitasi mahasiswa yang diturunkan oleh FTIK UIN Palu.

"Iya, jadi mengenai lokasi penempatan dan sebagainya semuanya ditanggung oleh Pemkab Sigi," ujarnya.

Hal itu, kata dia, juga sebagai bentuk peran mahasiswa dalam menyosialisasikan kelembagaan UIN Datokarama Palu kepada masyarakat di wilayah terpencil di Sigi.

Kepala Disdikbud Sigi Anwar mengatakan pembangunan sumber daya manusia harus dilakukan dengan melibatkan multi pihak, termasuk perguruan tinggi.

"UIN Datokarama menjadi satu mitra pemerintah dalam hal percepatan pembangunan manusia," ungkapnya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sigi saat ini berupaya membuka kelas-kelas jauh dalam meningkatkan pelayanan pendidikan guna memberantas buta aksara di daerah-daerah terpencil.

"Kita harapkan dengan pembukaan kurang lebih 10 kelas jauh anak-anak di wilayah-wilayah terpencil di Sigi bisa mengenyam pendidikan, sehingga mereka (setidaknya, red.) bisa membaca dan menulis," kata dia.

Dia menyebut beberapa daerah terpencil yang membutuhkan fasilitas pendidikan, seperti Dusun Valamate di Desa Dombu serta Dusun Kalaka di Desa Soi, Kecamatan Marawola Barat, Dusun Vonggo di Desa Bakubakulu, Kecamatan Palolo, Dusun Bolatompi di Desa Lempe Lero, Kecamatan Kulawi Selatan, serta satu dusun di Desa Koja, Kecamatan Pipikoro.

Menurut dia, anak-anak usia sekolah dasar di daerah-daerah itu umumnya tidak bisa mengenyam pendidikan formal karena tinggal di daerah terpencil yang tidak memiliki fasilitas pendidikan.

"Oleh karena itu kolaborasi program sangat penting, termasuk dengan FTIK UIN Datokarama untuk percepatan pembangunan SDM," ujarnya.

Pertemuan antara pihak FTIK UIN Datokarama dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sigi Anwar, di Sigi, Jumat (26/8/2022). (ANTARA/Muhammad Hajiji)

Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.