30 Titik Rawan Longsor Poros Palu-Parigi

id jalan

30 Titik Rawan Longsor Poros Palu-Parigi

Antrian mobil di jalan trans kebun kopi akibat longsor dan jalan putus (facebook)

Palu, (antarasulteng.com) - Poros jalan nasional yang menghubungkan Kota Palu dengan Kota Parigi di Provinsi Sulawesi Tengah, saat ini memiliki sedikitnya 30 titik rawan longsor bila hujan masih terus turun.

Wartawan Antara yang melintas di jalan tersebut, Minggu, melaporkan, longsoran-longsoran besar dan kecil yang terjadi sejak Sabtu, masih menghambat kelancaran arus lalu litnas di jalur padat itu.

Poros sepanjang 40 kilometer yang dikenal dengan poros Kebun Kopi ini sebenarnya hanya bisa dilalui selama satu jam, namun saat ini isa mencapai tiga jam bahkan lebih.

"Pada Sabtu malam, longsor besar terjadi lagi di sekitar jembatan Uwentira, antrean kendaraan hampir mencapai lima kilometer, baik yang menuju Kota Palu, maupun sebaliknya," kata Lamaming, salah seorang warga yang tinggal di jalur kebun kopi.

Menurut dia, titik longsor di jalur ini sangat banyak, jika dihitung hampir mencapai 40 titik, dari pendakian di Karumba, Kecamatan Tawaili, sampai penurunan di Toboli, Kecamatan Parigi.

Hambatan lalulintas di jalur tersebut saat ini bukan hanya longsoran berupa batu dan lumpur, tetapi juga pepohonan yang tumbang.

"Ada sejumlah titik dimana kayu-kayu jatuh dari gunung menutupi sebagian badan jalan sehingga memperlambat pergerakan mobil dan sepeda motor yang lewat," ujarnya.

Hal senada diakui Ridwan, salah seorang sopir angkutan umum Palu-Parigi yang mengeluhkan minimnya alat berat untuk membersihkan material longsor dan pepohonan yang tumbang di poros tersebut.

"Kalau dihitung-hitung, hanya dua alat berat berupa `loader` yang siaga di sepanjang lokasi, satu di Desa Kebun Kopi dan satu lagi di sekitar perbatasan Parigi," ungkapnya.

Ridwan berharap pemerintah setempat segera menambah alat berat untuk membersihkan longsor ketika musim hujan.

Sebelumnya Kepala Dinas PU Bina Marga Sulteng Syaifullah Djafar mengatakan pihaknya selalu siaga untuk melakukan penanganan bila sewaktu-waktu terjadi longsoran di jalur Kebun Kopi itu.

Jalur Kebun Kopi merupakan urat nadi perekonomian Sulawesi Tengah karena menjadi poros satu-satunya yang menghubungkan Kota Palu dengan jalan Trans Sulawesi wilayah timur di Kabupaten Parigi Moutong yang menghubungkan Sulawesi Tengah dengan Provinsi Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Jalur ini juga merupakan poros satu-satunya yang menghubungkan Ibu Kota Provinsi Sulteng dengan sejumlah kabupaten di provinsi ini seperti Parigi Moutong, Poso, Tojo Unauna, Banggai, Morowali dan Morowali Utara.

Poros Kebun Kopi dikenal sebagai jalur jalan yang sangat rawan tanah longsor dan setiap kali musim hujan, poros terpenting di Sulawesi Tengah ini selalu tertimpa musibah seperti ini.

Karena itu poros yang panjangnya sekitar 40 kilometer itu mendapat perhatian khusus Kemenerian PU sehingga proyek peningkatan dan pemeliharaan jalan di lokasi ini tidak pernah putus setiap tahun.

Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.