Martin ungkap penyebab penampilannya tak tampil maksimal di Qatar

id Jorge martin,francesco bagnaa,motogp qatar,motogp valencia,motogp 2023

Martin ungkap penyebab penampilannya tak tampil maksimal di Qatar

Francesco Bagnaia dan Jorge Martin berpose dengan piala juara dunia MotoGP musim 2023 jelang MotoGP Qatar di Sirkuit Lusail, 17-19 November 2023. (ANTARA/HO/MotoGP)

Jakarta (ANTARA) - Pembalap Prima Pramac Jorge Martin mengungkapkan masalah teknis yang menjadi faktor utama penampilannya tidak maksimal di MotoGP Qatar yang digelar di Sirkuit Internasional Lusail, Senin WIB.

Martin yang sempat memangkas keunggulan pemuncak klasemen Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) mengatakan pemilihan ban yang tidak tepat adalah salah satu sorotan utama yang ia dapati di balapan kedua dalam triple header musim 2023 itu. Ia pun harus puas finis di P10.

“Ban belakang saya sangat buruk. Kita sudah bisa melihatnya di awal ketika kita adalah satu-satunya pembalap yang mulai berputar. Saya pikir sangat disayangkan kejuaraan ditentukan oleh ban yang jelek,” kata Martin, dikutip dari AFP.

Pembalap asal Spanyol itu pun mengaku sangat kecewa dengan penampilannya di babak utama, padahal sehari sebelumnya ia memenangkan balapan Sprint dengan solid dan dominan.

“Kami berada di MotoGP dan ini tidak dapat diterima. Saya memiliki potensi untuk memenangkan balapan. Saya merasa mereka mengalahkan saya di luar lintasan, bukan di lintasan,” ujar Martin.



Dengan hasil ini, sekarang Martin terpaut 21 poin dari Bagnaia dalam perebutan gelar juara dunia yang akan ditentukan pada putaran ke-20 dan final MotoGP musim ini yang akan bergulir di Sirkuit Ricardo Tormo Cheste, Valencia, pada 24-26 November.

Secara statistik, Bagnaia sepanjang musim ini telah mengoleksi 437 poin dengan enam kemenangan grand prix, empat kemenangan sprint, dan tujuh pole. Sementara Martin sejauh ini telah mengumpulkan 416 poin dengan empat kemenangan grand prix, delapan kemenangan sprint, dan empat pole.

Di sisi lain, Bagnaia mengaku cukup optimistis menatap MotoGP Valencia sekaligus mempertahankan gelar juara dunia untuk kali kedua. Pembalap Italia itu memiliki kemungkinan besar untuk memenangkan balapan sprint pada Sabtu (25/11) dan ia juga memiliki rekam jejak yang baik di sirkuit tersebut.

Musim lalu, saat tidak ada sprint, Bagnaia merebut gelar dengan selisih 17 poin dari Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha).

“Kami tiba dalam situasi terbaik dibandingkan Jorge. Akan sangat menantang nanti di Valencia tapi saya akan berusaha dan berjuang. Ini adalah trek yang sangat bagus bagi saya,” ujar Bagnaia.