Kadin Donggala masuk 15 besar nominasi penerima KIA tahun 2023

id Kadin Donggala, industri, petani, KIA, kadin award, Rahmad M Arsyad, Donggala, Sulteng

Kadin Donggala masuk 15 besar nominasi penerima KIA tahun 2023

Ketua Kadin Kabupaten Donggala Rahmad M Arsyad saat memaparkan program Sulteng Corn Collaboration 4.0 kepada masyarakat Donggala. ANTARA/HO-Kadin Donggala

Palu (ANTARA) -
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, masuk 15 besar nominasi penerima Kadin Impact Award (KIA) Tahun 2023 melalui Program Sulteng Corn Collaboration 4.0.

 

“Sudah masuk 15 besar dari 150 lebih peserta Kadin seluruh Indonesia, Kadin Donggala satu-satunya dari Pulau Sulawesi yang masuk nominasi, semoga bisa membanggakan dan memajukan Donggala," kata Ketua Kadin Donggala Rahmad M Arsyad dihubungi dari Palu, Jumat.

 

Ia menjelaskan KIA merupakan ajang penilaian bagi seluruh Kadin di Indonesia yang menjalankan program kerja dan berdampak luas bagi masyarakat.

 

"Program Sulteng Corn Collaboration 4.0 telah dilaksanakan hingga dua tahun dan berdampak bagi masyarakat dan perekonomian daerah," ujarnya

 

Dia mengemukakan program pengembangan budidaya jagung yang disebut Sulteng Corn Collaboration 4.0 berfokus pada meningkatkan produktivitas komoditas lokal dan membentuk sinergi dengan industri lanjutan dari berbagai pihak, guna mewujudkan integrated farming atau sistem pertanian dengan memanfaatkan keterkaitan antara tanaman perkebunan, pangan, hortikultura dan peternakan serta perikanan.

 

Tujuannya untuk memperoleh agroekosistem yang membantu produksi pertanian, peningkatan ekonomi dan pelestarian sumber daya alam (SDA).

 

"Kadin Donggala kini bersaing dengan Kadin lain, seperti Provinsi Jawa Timur, Bandung, Solo, Aceh dan beberapa provinsi lain yang mayoritas di Pulau Jawa," ujarnya.

 

Ia mengemukakan, Sulteng Corn Collaboration 4.0 adalah program pengembangan budidaya jagung di Kabupaten Donggala yang diinisiasi pihaknya bekerja sama dengan Syngenta, pemerintah daerah (pemda) setempat, PT Eazt - Jobers, Bank Mandiri dan BRI.

 

Kegiatan yang dilakukan dalam program tersebut mencakup pelatihan teknik budidaya jagung dengan menerapkan Good Agricultural Practices (GAP), pemberian akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun tabung tanam (crowdfunding).

 

"Lewat program nyata, terukur dan konsisten kami terus bekerja memajukan sektor pertanian, perkebunan, kelautan dan pariwisata serta mendorong hilirisasi industri sehingga mengembalikan kejayaannya sebagai kabupaten Agro-maritim dan wisata kelas dunia,” tutur Rahmad.