Jakarta (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli berharap Lembaga Produktivitas Nasional (LPN) yang tengah disiapkan pemerintah dapat meningkatkan produktivitas negara hingga 30 persen.
“Kalau gerakan ini muncul, sebenarnya secara teori itu bisa meningkatkan produktivitas minimal 30 persen, dan kita akan fokus kepada perusahaan-perusahaan menengah,” kata Yassierli dalam diskusi Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fikom Unpad Executive Breakfast Meeting di Jakarta, Kamis.
Lebih lanjut, Menaker mengatakan bahwa kehadiran LPN sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2023 tentang peningkatan produktivitas dan daya saing nasional.
“Kita sekarang sedang menyiapkan gerakan peningkatan produktivitas nasional. Saya masih menunggu izin dari Pak Presiden (Prabowo Subianto), kita akan launching Lembaga Produktivitas Nasional. Perpresnya sudah ada sebenarnya, Perpres Nomor 1 Tahun 2023, sudah lama,“ ujar dia.
Sebelumnya ia mengatakan LPN akan menjadi pemandu terkait dengan kebijakan dan rekomendasi-rekomendasi untuk meningkatkan produktivitas nasional.
Lembaga tersebut juga terdiri dari delapan kementerian, yang diwakili oleh sekretaris jenderal kementerian, tim kerja untuk sektor swasta, industri, pendidikan dan organisasi masyarakat.
Yassierli menambahkan, LPN sendiri merupakan salah satu upaya yang sejalan dengan peningkatan kapabilitas industri eksisting seperti dengan pengembangan produk hulu yang kini tengah digarap dan terus bertumbuh.
“Kawasan industri, seperti di Serang, terus tumbuh dibandingkan tahun lalu. Kami dorong MoU (nota kesepahaman) dengan kawasan industri agar kebutuhan talenta terpenuhi, sekaligus siapkan 5.000 ahli produktivitas bersertifikasi ASEAN Productivity Organization untuk tingkatkan kinerja hingga 30 persen,” katanya.
Selain itu, Menaker mengatakan pihaknya juga memiliki tiga strategi utama lainnya demi menciptakan jutaan lapangan kerja baru, mengatasi pengangguran dan memperkuat talenta nasional.
Ia menyebutkan, optimalisasi program strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, menjadi kunci utama dalam potensi penciptaan lapangan kerja.
Lebih lanjut, peluang kerja ke luar negeri melalui program magang juga menjadi strategi lainnya untuk tingkatkan kompetensi dan kesejahteraan.
“Terakhir adalah mendorong wirausaha melalui pelatihan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP). Saat ini, Kemenaker menargetkan terciptanya jutaan wirausaha dengan fokus ekonomi hijau dan industri 4.0,” kata Yassierli.
