Sigi target tuntaskan 1.200 hektare cetak sawah baru

id Sigi,Sulawesi Tengah ,Pemkab Sigi,Cetak sawah baru,Program prioritas nasional ,pertanian

Sigi target tuntaskan 1.200 hektare cetak sawah baru

Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi (tengah) usai mengunjungi BPP Gumbasa di Desa Pandere, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (8/1/2026). ANTARA/Moh Salam

Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) menyatakan segera menuntaskan program cetak sawah baru dengan luas 1.200 hektare di daerah tersebut tahun 2026.

"Jadi cetak sawah baru hingga saat ini terus berjalan dengan luas tanamnya baru mencapai 24 hektare di Desa Tulo Rarantea Dolo dan Desa Beka Marawola," kata Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi saat ditemui awak media di Gumbasa Sigi, Kamis.

Ia mengemukakan program nasional yakni cetak sawah baru sejalan dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Sigi.

"Melalui program ini kami sangat bersyukur karena dari pengusulan 4.000 hektare, pemerintah daerah diberikan kepercayaan untuk melakukan cetak sawah baru seluas 1.200 hektare secara bertahap di tahun 2025 hingga 2026," ucapnya.

Ia menuturkan pemerintah daerah siap mendukung dan menyukseskan seluruh program prioritas nasional di Kabupaten Sigi seperti cetak sawah baru, Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan cek kesehatan gratis.

"Ke depan dengan program cetak sawah baru ini, Pemkab Sigi siap menjadi penyuplai pangan di masa mendatang baik untuk wilayah Sulawesi Tengah maupun di Ibu Kota Negara (IKN)," sebutnya.

Menurut dia, cetak sawah baru merupakan salah satu upaya mendukung program swasembada pangan nasional.

"Untuk lokasi cetak sawah baru di Sigi tersebar di sejumlah wilayah seperti Kecamatan Lindu, Dolo, Dolo Selatan, Sigi Kota, Marawola, dan Palolo dengan wilayah Lindu mencapai 900 hektare," kata dia.

Diketahui luas lahan pertanian dan hasil validasi Luas Baku Sawah (LBS) di Sigi hingga Desember 2024 mencapai 15.280 hektare.

Pewarta :
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.