Alumni AAL 1997 kirim bantuan logistik ke Sumatera dan Maluku Utara

id TNI AL,TNI,Tunggul,Kadispenal

Alumni AAL 1997 kirim bantuan logistik ke Sumatera dan Maluku Utara

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul saat jumpa pers di Kolinlamil Jakarta, Kamis (15/1/2026) (ANTARA/Ho-Humas TNI AL)

Jakarta (ANTARA) - Alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 1997 mengirimkan bantuan logistik untuk para korban bencana di Sumatera dan Maluku Utara melalui jalur laut dari pelabuhan Kolinlamil Jakarta, Kamis (15/1)

Dalam siaran pers resmi yang diterima ANTARA, dijelaskan bantuan tersebut dikirimkan dalam rangka meringankan beban para korban bencana yang masih hidup di tempat pengungsian ataupun kediamannya.
"Jumlah yang didistribusikan kurang lebih 10 ton bantuan, terdiri dari 697 paket bantuan berupa makan siap saji dan keperluan lain yang sifatnya bisa langsung digunakan oleh masyarakat", kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Tunggul melanjutkan, ajang ini juga sekaligus menjadi momen untuk memperkuat solidaritas para alumni AAL 43/1997 dalam membantu sesama warga negara Indonesia yang membutuhkan.
Tunggul menjelaskan bantuan logistik itu dikirim ke Sumatera menggunakan jalur laut. Setelah sampai di pelabuhan, pihaknya akan menyebarkan logistik ke beberapa titik bencana.
Sedang di Maluku Utara, bantuan dibawa menggunakan KRI Dorang-874. Setelah kapal sampai di pelabuhan, Lanal Ternate akan berperan menyalurkan logistik bantuan ke wilayah Halmahera Barat serta Halmahera Utara.
Tunggul berharap bantuan logistik tersebut bisa sampai tepat waktu dan bermanfaat untuk kelangsungan hidup para korban bencana.
"Besar harapan kami bantuan ini dapat membantu masyarakat yang terdampak bencana alam, dan semoga dapat segera pulih sehingga dapat dilakukan pembangunan-pembangunan untuk mengembalikan kehidupan masyarakat," tutup Tunggul.

Pewarta :
Editor : Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.