Ibu-ibu Tentena Rayakan Hari Ibu Dengan Bagikan Bunga

id Tentena, Ibu, Bunga

Sejumlah ibu di Tentena, Poso, berdiri di tepi jalan membagikan bunga kertas kepada pengguna jalan yang melintas. Aksi itu mereka lakukan memperingati Hari Ibu, 22 Desember 2017.(Foto:antarasulteng/Fery)

"Kami merayakan Hari Ibu dengan mengungkapkan kasih sayang kami sebagai ibu melalui seribu bunga. Intinya kami mau membangun kebersamaan di tengah-tengah hidup masyarakat yang majemuk,"
Tentena (antaranews.com) - Sejumlah ibu-ibu lintas agama di Tentena, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, memperingati Hari Ibu, 22 Desember dengan cara membagikan bunga kertas kepada pengendara yang melintas di jalan raya, Jumat.

Aksi simpati ibu-ibu yang menggunakan busana adat Pamona itu terdiri dari Persekutuan Kristen dan Hindu Darma yang berdiri di sepanjang tepi jalan kota Tentena.

Dengan busana khas itulah para ibu itu membagikan seribu bunga kertas. Diserahkannya satu persatu kepada pengguna jalan dengan lembut dan balutan kasih sayang.

Ibu-ibu memulai kegiatan itu pukul 06.00 Wita. Waktu dan busana yang sengaja mereka pilih itu sebagai cara menyampaikan pesan kasih sayang untuk memperingati Hari Ibu.

Selain para pengendara, bunga juga diberikan kepada para petani yang hendak ke kebun dan anak-anak sekolah yang berangkat sekolah.

Pendeta Matanakabi yang memimpin aksi tersebut, mengatakan kegiatan tersebut untuk mengajak agar masyarakat di Poso tetap membangun kebersamaan dalam hidup masyarakat yang majemuk menuju perdamaian lintas suku, budaya dan agama.

"Kami merayakan Hari Ibu dengan mengungkapkan kasih sayang kami sebagai ibu melalui seribu bunga. Intinya kami mau membangun kebersamaan di tengah-tengah hidup masyarakat yang majemuk," katanya.

Matanakabi mengatakan cara itu mereka lakukan sekaligus memperkuat perdamaian lintas suku, budaya dan agama. "Itu tujuan kami," tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung sekitar dua jam itu, setidaknya terdapat 1.000 bunga kertas dibagikan kepada para pengguna jalan.

Bunga kertas yang dibagikan dalam berbagai warna itu merupakan hasil karya tangan para ibu yang dikerjakan selama sebulan.***
Pewarta :
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar