Psikolog: pendampingan orang tua dapat pengaruhi karakter anak

id anak

Psikolog: pendampingan orang tua dapat pengaruhi karakter anak

Psikolog Ketti Murtini (dok. pribadi)

Orang tua menjadi contoh pertama bagi anak-anak mereka, sehingga keteladanan orang tua, menjadi dasar perilaku dan pemikiran sepanjang hidup anak mereka

Purwokerto (ANTARA) - Psikolog dari Metafora Consulting Therapy Training Education Purwokerto Ketti Murtini mengingatkan pentingnya pendampingan orang tua dalam tahap tumbuh kembang anak guna membentuk karakter sejak usia dini.

"Orang tua menjadi contoh pertama bagi anak-anak mereka, sehingga keteladanan orang tua, menjadi dasar perilaku dan pemikiran sepanjang hidup anak mereka," katanya di Purwokerto, Minggu.

Dia juga mengingatkan bahwa lima tahun pertama dari kehidupan manusia sangat krusial dalam membentuk karakter anak.

"Dengan demikian dapat diartikan bahwa lima tahun pertama merupakan periode emas untuk membentuk karakter anak sejak dini, karenanya pendampingan orang tua pada periode awal itu sangat penting bagi anak-anak," katanya.

Dia menambahkan orang tua atau keluarga terdekat merupakan figur yang paling sering dilihat oleh anak-anak di rumah.

"Karena itu segala perilaku orang tua akan terekam oleh si anak, sehingga sangat perlu memberikan contoh dan teladan yang positif di hadapan anak-anak sehingga anak akan meniru hal yang positif pula," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa karakter seorang anak merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dilakukan secara terus menerus.

"Jadi intinya, jika ingin membentuk karakter yang positif bagi diri anak, maka berikan contoh dan keteladanan yang juga positif, sehingga dalam prosesnya anak terbiasa dengan hal yang positif bukan hal negatif, misalnya apabila sejak kecil anak diberikan contoh kekerasan maka lama-lama anak akan meniru hal negatif seperti itu," katanya.

Dia memberikan contoh, orang tua dapat mengajarkan pada anak mereka mengenai cara-cara menyelesaikan kendala yang dihadapi.

"Misalkan ajarkan anak agar tidak berebut mainan, belajar bergaul, belajar rasa tidak nyaman ketika bersama orang lain, dan lain sebagainya sehingga anak akan memiliki karakter kuat dan belajar mandiri," katanya.

Pada kesempatan sebelumnya, Dosen Komunikasi Keluarga Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Wisnu Widjanarko juga mengingatkan pentingnya komunikasi keluarga dalam membentuk karakter seorang anak.

"Komunikasi yang baik antaranggota keluarga akan menciptakan iklim rumah tangga
ang positif sehingga anak merasa nyaman dan betah di rumah," katanya.

Dia menjelaskan komunikasi yang kurang intensif rentan menyebabkan terjadinya disfungsi komunikasi, baik antara ibu dan ayah ataupun antara orang tua dengan anak.

"Disfungsi komunikasi menjadikan kualitas rumah tangga menjadi rentan, sehingga kondisi rumah tangga menjadi kurang harmonis, iklim di rumah menjadi tidak nyaman, kebersamaan menjadi sesuatu yang sulit terjadi, dan anak bisa merasa tidak 'happy' di rumah," katanya.
 

Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar