RSUD Poso miliki ahli bedah anak, satu-satunya di Sulteng

id Poso,RSUD Poso,ahli bedah anak

RSUD Poso miliki ahli bedah anak, satu-satunya di Sulteng

RSUD Poso yang saat ini lokasinya sudah tidak memadai lagi untuk melayani pasien (ANTARA/Feri Timparosa)

Wabup Poso Samsuri mengakui bahwa dokter ahli bedah anak Poso ini sudah beberapa kali diminta oleh Gubernur Sulteng untuk bekerja di Rumah Sakit Undata Palu.
Poso (ANTARA) - Merupakan suatu keunggulan bagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Poso karena saat ini telah memiliki dokter ahli bedah anak, sebab di rumah sakit lainnya di wilayah Provinsi Sulteng belum punya.

"Iya benar itu, se-Sulteng hanya di RSUD Poso yang ada dokter ahli bedah anak, bahkan pasien dari Palu dirujuk ke Poso," ujar Direktur RSUD Poso dr Hasmar Massalindri di Poso, Kamis (28/11). 

Hasmar mengemukakan dengan adanya dokter ahli bedah anak seperti ini sesungguhnya lebih tepat bekerja di Rumah Sakit Tipe B, namun dr Ronald Sorongku, ahli beda anak itu merupakan PNS di Pemkab Poso sehingga Ronald Sorongku harus bekerja di di RSUD Poso meski Tipe C. 

"Saya dengar Ronald Sorongku akan ditarik bekerja di rumah sakit di Palu karena di sana lebih banyak pasien anak," kata Hasmar. 

Untuk jumlah dokter ahli di RSUD Poso, menurut Hasmar sudah lengkap. RSUD Poso saat ini telah terakreditasi bintang tiga yang akan menuju bintang empat. Ia berharap ke depan bisa mencapai paripurna atau bintang lima. 

Menurutnya, yang menjadi kendala RSUD Poso saat ini adalah luas yang harus ditambah sebab bukan hanya pasien Kabupaten Poso yang dirawat di sini tetapi dari kabupaten Tojo Una-una, Morowali  dan Morowali Utara yang dulu pernah menjadi satu kabupaten sebelum Poso dimekarkan.

"Sehingga pasien kini selalu membludak, akibatnya sejumlah ruangan perawatan dan ruangan lainnya tak memadai lagi," ujarnya. 

Wabup Poso Samsuri mengakui bahwa dokter ahli bedah anak Poso ini sudah beberapa kali diminta oleh Gubernur Sulteng untuk bekerja di Rumah Sakit Undata Palu.
 
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar