Gorong-gorong Ini Tidak Sesuai Bestek?

id gorong-gorong

Gorong-gorong Ini Tidak Sesuai Bestek?

Gorong-gorong di perempatan Jalan Tg. Daku dan Tg. Satu, Palu, ini ambruk pada Selasa (8/10) setelah dilewati sebuah mobil box, padahal proyek ini baru sekitar tiga bulan selesai dikerjakan. (antarasulteng.com/Rolex Malaha)

Ini gorong-gorong baru selesai dikerjakan tiga bulan lalu, sekarang sudah ambruk," ujar seorang warga.

Palu (antarasulteng.com) - "Cor-rannya tidak kuat," kata seorang sopir kendaraan mobil box beberapa saat setelah mobil yang dikemudikannya terperosok rodanya pada sebuah gorong-gorong yang belum lama selesai dibangun di perempatan Jalan Tanjung Dako dan Tanjung Satu, Palu, Selasa (8/10).

Hampir satu jam sopir dan seorang pembantunya berupaya mengeluarkan mobil itu dari dalam gorong-gorong, namun gagal. Mobil baru bebas setelah ditarik oleh kendaraan lain dibantu warga yang mengangkat bagian belakang mobil bermuatan bahan campuran tersebut.

Sejumlah warga termasuk penduduk yang tinggal di sekitar gorong-gorong itu terdengar mengomel karena gorong-gorong itu cepat sekali rusak.

"Ini gorong-gorong baru selesai dikerjakan tiga bulan lalu, sekarang sudah ambruk," ujar seorang warga dengan nada kesal.

Ia menyebutkan bahwa gorong-gorong tersebut seharusnya dibangun dengan konstruksi yang kuat sebab Jalan Tanjung Dako adalah jalur padat yang terletak di kawasan Pasar Masomba yang ramai lalu lintas. Bobot kendaraan yang melintas juga cukup besar, termasuk truk-truk bertonase belasan ton.

Warga tersebut juga kesal dengan ulah kontraktor karena setelah selesai mengerjakan proyek, mereka tidak menggusur timbunan tanah bekas galian gorong-gorong sehingga sangat mengganggu lalu lintas dan kesehatan warga sekitar.

"Kalau hujan, lokasi di sini becek sekali, kalau musim panas, debunya bukan main banyaknya," ujar warga sekitar.

Banyak kendaraan sering kandas bila melintas di tempat itu akibat timbunan tanah bekas galian, terutama mobil jenis sedan.

Seorang anggota DPRD Kota Palu Nitoy Freddy meminta dinas terkait untuk melakukan pengawasan yang baik terhadap pekerjaan para rekanan agar jangan ada proyek yang baru selesai dikerjakan namun kemudian rusak lagi.

Ia mengatakan bahwa Pemerintah Kota Palu saat ini membangun banyak gorong-gorong dalam kota serta ribuan meter jaringan drainase di berbagai sudut kota yang menelan anggaran miliaran rupiah.

DPRD akan melakukan pemantauan dengan intens terhadap pekerjaan itu agar kualitasnya memenuhi ketentuan. Selain itu, penumpukan material bahan bangunan seperti pasir dan batu di tepi jalan harus ditetibkan agar tidak berbahaya bagi pengguna jalan.

Nitoy mengatakan bahwa penumpukan material bahan bangunan di lokasi-lokasi proyek drainase memprihatinkan karena membahayakan pengguna jalans serta menimbulkan debu saat musim panas dan becek di musim hujan.

"Ini harus ditertibkan," ujar politisi Partai Damai Sejahtera yang duduk di Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kota Palu tersebut. (R007)

Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.