Menteri BUMN terima paket alat kesehatan dari JD.com China

id erick thohir,jd.com,jd.id,virus corona,COVID-19,donasi corona

Menteri BUMN terima paket alat kesehatan dari JD.com China

Menteri BUMN Republik Indonesia Erick Thohir secara simbolis menerima paket alat bantuan kesehatan dari China. (ANTARA/HO/Jd.id)

Kami tentu merasa terhormat dapat memberikan kontribusi positif dengan membantu JD.com dan gerakan RAB, sehingga setiap proses-nya, mulai dari pengadaan barang hingga pengiriman alat kesehatan dapat berjalan dengan baik
Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN Republik Indonesia Erick Thohir secara simbolis menerima paket alat bantuan kesehatan dari China.

Pengiriman donasi alat kesehatan yang bernilai lebih dari Rp41 miliar tersebut merupakan hasil kerjasama dari 24 perusahaan berskala besar di Indonesia yang tergabung dalam inisiatif "Relawan Anak Bangsa (RAB)". Pengadaan paket alat kesehatan dilakukan oleh JD.com melalui JD.id.

"Kami tentu merasa terhormat dapat memberikan kontribusi positif dengan membantu JD.com dan gerakan RAB, sehingga setiap proses-nya, mulai dari pengadaan barang hingga pengiriman alat kesehatan dapat berjalan dengan baik," kata President & CEO JD.id, Zhang Li dalam keterangan pers di Jakarta pada Senin.

Paket alat kesehatan tiba dari Guangzhou, China ke Jakarta, Indonesia pada hari Kamis (30/4) lalu di di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 20.13 WIB dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia GA 899, dan diterima langsung oleh Chief Financial Officer JD.id, Sandy Permadi dan Head of Corporate Business Development and Business to Business (B2B) Solutions JD.id, Andrew You.

Pesanan alat kesehatan tersebut terdiri dari 121.050 buah alat pelindung diri (APD), 200 buah mesin ventilator, dan lebih dari 1,2 juta buah alat kesehatan lain-nya, seperti masker, disposable gloves, termometer, goggles, test kit, hingga obat-obatan.

Setelah secara simbolis diserahkan kepada Menteri BUMN Republik Indonesia, donasi ini akan disumbangkan oleh RAB kepada yayasan kemanusiaan milik BUMN bernama “Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri”, untuk kemudian didistribusikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.