Palu, (antarasulteng.com) - Kepala Badan Pusat Statistik Sulawesi Tengah JB Priyono menyebutkan harga tiket pesawat terbang mempengaruhi tingkat inflasi di Kota Palu pada Maret 2014 sebesar 0,60 persen.
JB Priyono kepada wartawan di Palu, Selasa, mengatakan andil harga tiket pesawat itu sebesar 0,63 persen, dan merupakan penyumbang tertinggi terhadap inflasi kota ini.
Secara keseluruhan, kata dia, kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan memberikan andil sebesar 1,64 persen terhadap inflasi di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah.
Menurut dia, seiring banyaknya penumpang pesawat terbang di Kota Palu membuat pengusaha maskapai penerbangan menaikkan harga tiket, sehingga turut memicu inflasi.
Pada bulan-bulan sebelumnya, inflasi di Kota Palu sering dipengaruhi kelompok bahan makanan. "Pada Maret 2014, harga berbagai kebutuhan bahan makanan justru cenderung turun sehingga tidak berpengaruh pada inflasi," kata Priyono.
Lebih lanjut dia mengatakan, kenaikan indeks harga terjadi pada empat kelompok pengeluaran, sedangkan dua kelompok mengalami penurunan dan satu kelompok lainnya relatif tetap selama Maret 2014.
Kenaikan berasal dari kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (1,64 persen), kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (0,83 persen), kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,45 persen), serta kelompok kesehatan (0,33 persen).
Sebaliknya, penurunan berasal dari kelompok sandang sebesar 0,04 persen, dan bahan makanan sebsar 0,02 persen. Sementara kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga relatif tetap.
Sementara itu, laju inflasi tahun kalender hingga Maret 2014 adalah 0,91 persen, sedangkan laju inflasi "year on year" pada Maret 2014 terhadap Maret 2013 sebesar 8,42 persen.
Dari 82 kota pantauan secara nasional selama Maret 2014, terdapat 45 kota mengalami inflasi dan 37 kota mengalami deflasi. Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0,60 persen dengan indeks 111,45.
Inflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke sebesar 1,15 persen, sementara deflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 2,43 persen. Inflasi Kota Palu menduduki peringkat ke lima di tingkat nasional dan ke empat di kawasan timur Indonesia. (skd)
