Progres rehabilitasi irigasi di Parigi Moutong alami keterlambatan

id Dinas PU, pemkabparimo, irigasi, rehab irigasi, Parigi Moutong, Sulteng

Progres rehabilitasi irigasi di Parigi Moutong  alami keterlambatan

Ilustrasi- Irigasi. ANTARA

Parigi (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyatakan pengembangan kegiatan konstruksi rehabilitasi irigasi di kabupaten itu mengalami keterlambatan atau deviasi karena dampak dari penandatanganan kontrak pekerjaan yang telat.

"Progres kegiatan tersebut mengalami keterlambatan karena penandatanganan kontrak dengan pihak ketiga baru dilaksanakan pada bulan puasa (Mei) yang lalu," kata Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPRP Parigi Moutong Moh Aflianto Hamzah, di Parigi, Kamis.

Dia menjelaskan pihak ketiga beranggapan jika pekerjaan di mulai pada bulan puasa, maka tidak akan efisien, sehingga berdampak terhadap progresnya.

Dalam proses pekerjaan, kata dia, juga cuaca menjadi salah satu tantangan bagi pelaksanaan kegiatan rehabilitasi irigasi, apalagi Parigi Moutong akhir-akhir ini sering diguyur hujan, sehingga pekerjaan kontruksi terganggu.

Ia menyebutkan pelaksanaan rehabilitasi irigasi di Parigi Moutong tersebar di empat titik, di antaranya irigasi di Desa Malanggo dan Sigenti, Kecamatan Tinombo Selatan, kemudian di Desa Labalang, Kecamatan Kasimbar dan irigasi Kanan di Kecamatan Parigi.

Ia mengemukakan sebagian besar irigasi di Parigi Moutong dimanfaatkan warga untuk mengairi lahan persawahan, termasuk empat irigasi yang masih dalam tahap rehabilitasi tersebut.

Dia memaparkan hasil peninjauan dan laporan DPUPRP,  keterlambatan progres pekerjaan cukup besar berada di daerah irigasi Desa Labalang, Kecamatan Kasimbar karena kondisi akses jalan menuju lokasi sangat sulit, sehingga pengangkutan material  menggunakan alat tradisional seperti gerobak dan traktor.

"Deviasi terhadap progres pekerjaan daerah irigasi di Desa Labarang kurang lebih 10 persen dan tiga infrastruktur lainnya mengalami keterlambatan sekitar enam persen. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pihak pelaksana proyek masih mencari solusi guna memaksimalkan limit waktu yang tersisa," ucap Alfianto.

Ia menambahkan, Dinas PUPRP Parigo Moutong berupaya semaksimal mungkin agar progres pelaksanaan pekerjaan yang masih minim dapat terselesaikan tepat waktu sesuai kesepakatan kontrak hingga Agustus mendatang.

Menurut dia, jika kemungkinan terburuk pelaksanaan pekerjaan melewati masa kontrak, langkah yang ditempuh pihaknya yakni melakukan adendum.

"Kami tetap optimis pekerjaan ini terlaksana tepat waktu. Belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya, setiap tahun proyek infrastruktur yang bersumber dari Dan Alokasi Khusus (DAK) tidak pernah ditemukan bermasalah," demikian Alfianto.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar