Distribusi kurban Presiden di Parimo hanya libatkan panitia kurban

id Hewan kurban, pemotongan kurban, presiden, Jokowi, Parigi Moutong, Sulteng,Idul Adha

Distribusi kurban Presiden di Parimo hanya libatkan panitia kurban

Panitia penyembelihan hewan kurban menimbang daging kurban sumbangan Presiden Jokowi Widodo untuk disalurkan kepada warga Parigi Moutong di momen Lebaran Idul Adha 1442 Hijriah tahun 2021 yang berlangsung di Desa Baliara, Kecamatan Parigi Barat, Kamis (21/7/2021). ANTARA/Moh Ridwan

Parigi (ANTARA) - Penyembelihan dan pendistribusian daging kurban bantuan Presiden Joko Widodo di Kabupaten Parigi Moutong hanya melibatkan panitia kurban sebagai upaya menghindari kerumunan di masa pandemi COVID-19.

"Penyembelihan hewan kurban bantuan bapak Presiden dilaksanakan di Desa Baliara, Kecamatan Parigi Barat yang hanya melibatkan panitia penyembelihan dan aparat desa setempat," kata Ketua panitia penyembelihan hewan kurban Desa Baliara Muhammad Amin Lasikua, di Parigi, Rabu.

Ia menjelaskan momen Hari Raya Idul Adha di tengah pandemi COVID-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) maka  warga tidak diperkenankan hadir di lokasi penyembelihan kurban, dan proses distribusi hanya dilakukan panitia dan aparat desa sebagai mana instruksi Pemerintah Pusat yang ditindak lanjuti Pemerintah Daerah.

Kemudian warga penerima cukup menunggu di rumah dan petugas khusus yang sudah ditunjuk panitia selanjutnya mendistribusi sesuai data yang ada.

Ia memaparkan perincian panitia penyembelihan kurban setempat terdapat sekitar 424 kepala keluarga wajib penerima daging kurban terdiri dari lansia, fakir miskin, mualaf, anak yatim, janda jompo dan warga lainnya sesuai syarat dan ketentuan diatur dalam syariat.

"Hasil penimbangan berat daging sapi ini kurang lebih 300 kilogram dari total berat badan sapi 964 kilogram," ucap Amin.
 
Proses pemotongan hewan kurban sumbangan Presiden Jokowi Widodo untuk disalurkan kepada warga Parigi Moutong di momen Lebaran Idul Adha 1442 Hijriah tahun 2021 yang berlangsung di Desa Baliara, Kecamatan Parigi Barat, Kamis (21/7/2021). ANTARA/Moh Ridwan

Dikemukakannya, setiap kepala keluarga penerima kurban di berikan masing-masing 1 kilogram daging, namun jika kelebihan maka panitia menambah jumlah timbangan dengan tujuan supaya daging kurban terbagi secara merata.

"Kalau proses penimbangan sudah cukup masing-masing 1 kilogram namun masih ada kelebihan daging, maka kami menambah jumlah timbangan, bisa jadi kepala keluarga menerima 2 kilogram daging," kata dia menambahkan.

Hewan kurban milik Presiden Joko Widodo ini jenis Sapi Brahman atau salah satu sapi kelas unggul yang dibeli dari salah seorang peternak Desa Susu Torono, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong seharga Rp65 juta.

Sebagaimana hasil pemeriksaan kesehatan dan pengecekan umur oleh dokter hewan, sapi tersebut layak dijadikan sebagai hewan kurban. Begitu pun setelah Penyembelihan, daging tetap dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan untuk kelayakan konsumsi.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar