Toko di Jalan Imam Bonjol Bandarlampung dipadati pembeli

id Lampung,Bandarlampung,Malam takbir,Idul Fitri

Toko di Jalan Imam Bonjol Bandarlampung  dipadati pembeli

Suasasan toko-toko yang berda di Jalan Imam Bonjol pada malam Idul Fitri. Sabtu malam, (1/5/2022). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bandarlampung (ANTARA) - Toko-toko di sekitaran Pasar Bambu Kuning, yang berada di Jalan Imam Bonjol, Kota Bandarlampung, dipadati pembeli pada malam Takbir atau Idul Fitri 1443 Hijriah (H) untuk berburu kebutuhan Lebaran.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Minggu malam, toko-toko yang berada di sekitaran Pasar Bambu Kuning rata-rata diserbu masyarakat, terutama toko pakaian.

Padatnya masyarakat yang berbelanja sedikit mempengaruhi arus lalu lintas di Jalan Imam Bonjol dan Juga Jalan Kartini yang menjadi ramai dengan kendaraan roda empat maupun roda dua namun hal tersebut tidak sampai membuat kemacetan.

Di lokasi terdapat sejumlah petugas Kepolisian, Satpol PP dan juga Dishub yang sedang mengatur lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.

Selain itu, tim satgas COVID-19 tingkat kelurahan juga berada di lokasi untuk mengingatkan masyarakat memakai masker saat melakukan aktivitas berbelanja, meskipun nyatanya masih banyak dari konsumen yang abai menggunakan masker ataupun hanya digantung di dagu.

Salah satu, warga Bandarlampung, Abdilah, mengatakan, bahwa, datang ke lokasi untuk berbelanja celana dan baju guna dipakai di momen Lebaran.

"Memang sudah rencana mau ke sini dengan teman-teman mau kemari untuk beli kebutuhan Lebaran," kata dia.

Ia menjelaskan bahwa lebih memilih membeli pakaian di toko dibandingkan pasar modern karena masih bisa menawar dan harganya pun relatif lebih murah.

"Yang penting bisa dipakai saja, tidak perlu mahal-mahal," ujarnya.


Hal senada diungkapkan oleh Rohimah, Zulkarnain yang juga warga Bandarlampung.

"Ke sini untuk beli baju anak," kata dia.

Menurutnya, memang dari tahun ke tahun sebelum pandemi COVID-19 selalu datang ke toko-toko di sekitaran Jalan Imam Bonjol guna mencari kebutuhan untuk berlebaran.

"Memang ramai kalau setiap malam Idul Fitri di sini sebelum pandemi, harga-harga juga terkadang lebih murah," kata dia.

Terkait Pandemi COVID-19, ia mengatakan bahwa terdapat sedikit was-was, namun berburu pakaian di toko ini merupakan momen yang ditunggu-tunggu setelah dua tahun tidak dilakukannya.

"Ya kalau rasa takut terpapar ada lah, siapa yang mau sakit, tapi kan kami sekeluarga sudah tiga kali vaksinasi Insya Allah aman, apalagi kan kita pakai masker juga," kata dia.