Palu (ANTARA) - Warga keturunan Arab di Kota Palu, Sulawesi Tengah, merayakan Lebaran Arab atau biasa disebut Lebaran Iwwadh pada hari kedua Lebaran 2025, Selasa.
"Kami selalu memodifikasi acara ini setiap tahun dengan berbagai macam kegiatan, seperti hari ini kita menyiapkan makan siang dan hiburan," ujar Farid Djafar Nassar, warga keturunan Arab di Kota Palu.
Ia menjelaskan tradisi ini rutin dilaksanakan setiap tahun pada hari kedua Lebaran. Dalam Iwwadh tersebut, mereka melakukan kunjungan dari rumah ke rumah warga keturunan Arab serta melantunkan puji-pujian dan shalawat nabi saat tiba di rumah tersebut.
Ia mengatakan hal itu sesuai dengan makna Iwwadh yang artinya kembali, dengan saling mengunjungi dan memberi salam di setiap rumah.
"Karena kalau dari rumah ke rumah kita kunjungi ini terlalu banyak, jadi ini mewakili per keluarga dikunjungi," ujarnya.
Tidak hanya warga keturunan Arab yang ada di Kota Palu, tradisi ini juga dihadiri oleh warga keturunan Arab di kabupaten lainnya seperti Kabupaten Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong.
Ia menambahkan bahwa tradisi ini juga berarti segala permusuhan atau hubungan yang tidak baik telah selesai hari ini, dan tujuannya adalah membangun kebersamaan.
"Bahwa hari ini kita menyelesaikan semua hubungan antara manusia. Maksudnya permusuhan, hubungan yang tidak baik hari ini selesai. Makanya kita juga hadirkan tausiah dari ustadz," tuturnya.
Lebaran Iwwadh yang digelar ini berakhir di Nadoli, salah satu rumah warga keturunan Arab pertama di Kota Palu. Lebaran Arab ini juga mengundang antusias warga sekitar, yang ramai datang dan melihat langsung tradisi tahunan warga keturunan Arab di Kota Palu tersebut.