Jakarta (ANTARA) -
Arief mencontohkan beberapa bantuan itu salah satunya terkait inovasi riset untuk peningkatan hasil panen padi sehingga bisa mencapai 10-12 ton per hektare dari yang semula hanya mampu memproduksi 5,24 ton per hektare.
Bantuan lainnya ialah penyediaan beragam bibit unggul yang sesuai dengan karakteristik lokasi tanam.
Selain itu, ia juga menyebut terkait inovasi riset dalam peternakan yang dapat mempercepat pertumbuhan ternak lewat perbaikan kualitas pakan sehingga pertambahan bobot badan harian (ADG) pada mayoritas ternak dapat mencapai 1,5 kilogram per hari.
Pada kesempatan yang sama, ia mengatakan pihaknya bersama BRIN juga mulai memikirkan inovasi riset berkenaan dengan teknologi pasca panen.
Hal tersebut dimaksudkan untuk menambah ketahanan kualitas hasil panen selama proses distribusi sehingga tidak banyak produk yang terbuang dan harga jual tidak menjadi jatuh.
"Kami juga mulai memikirkan teknologi yang bisa mengurangi jumlah food loss and waste atau sampah makanan yang terbuang hasil produksi dalam negeri yang jumlahnya mencapai 31 persen per tahun," kata Arief.